Bukan Zona Merah, 2 Masjid di Desa Sumber Sari Kukar Tetap Gelar Shalat Id Berjemaah

Shalat Idul Fitri 1441 H secara berjamaah tetap dilaksanakan umat muslim di Desa Sumber Sari, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kuka

HO/TRIBUNKALTIM.CO
Upaya pencegahan penyebaran Virus Corona dilakukan masyarakat, bersama relawan di Desa Sumber Sari, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartenagara. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG- Shalat Idul Fitri 1441 H secara berjamaah tetap dilaksanakan umat muslim di Desa Sumber Sari, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara ( Kukar) .

Pelaksanaan shalat berjamaah di masjid tetap digelar warga setempat, mengingat Kecamatan Kota Bangun bukanlah kawasan zona merah maupun transmisi lokal penyebaran Virus Corona ( covid-19 ) di Kukar.

Hal itu didasari data dan fakta perkembangan pandemi Virus Corona yang disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Kukar dalam rapat gabungan MUI Kukar tanggal 16 Mei 2020 tentang zona merah dan transmisi lokal di beberapa kecamatan,

di antaranya Tenggarong, Loa Kulu, Loa Janan, Samboja, Anggana, Muara Badak, Sebulu dan Kenohan, yang tercantum dalam surat imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kukar, tertanggal 18 Mei 2020 Nomor : 006/MUI-KK/V/2020 M/1441 H.

Aksi Heroik Perwira Polisi Gali Makam Pasien Covid-19 di Palembang, Separuh Tubuhnya di Liang Lahat

Kepala Desa Sumber Sari Imtihan Amirusholihin menjelaskan, pada pelaksanaan shalat Idul Fitri, Minggu (24/5/2020) besok, terdapat dua masjid yang menyelenggarakan shalat Idul Fitri berjamaah, di antaranya Al Muhajirin dan Jami'atul Muslimin.

"Alhamdulillah besok kami melaksanakan shalat Idul Fitri berjamaah di masjid. Ada dua masjid di desa kami yang menyelenggarakan shalat berjamaah," ucapnya kepada TribunKaltim.co, Sabtu (23/5/2020).

Walaupun tetap melaksanakan shalat Idul Fitri berjamaah di tengah pandemi Virus Corona, namun pihaknya tetap melaksanakan dengan ketat protokol kesehatan.

Diduga Stres Diisolasi, Pengidap Covid-19 Ngamuk dan Pukul Sesama Pasien di RSUD dr Soetomo Surabaya

Bahkan, pihaknya melarang warga yang berasal dari kawasan zona merah untuk ikut shalat berjamaah di masjid, hal itu sebagai antisipasi penyebaran Virus Corona.

"Kalau ada warga yang memiliki gejala tertular Virus Corona, seperti demam, batuk dan flu, kami juga larang ikut shalat Ied," ucapnya.

Warga yang melaksanakan shalat Idul Fitri berjamaah di masjid wajib menyediakan tempat cuci tangan. Setiap jemaah juga harus mengatur jarak aman sekitar kurang lebih 1 meter, dan menggunakan masker.

"Jemaah juga harus membawa perlengkapan shalat sendiri dari rumah," tuturnya.

Kabar Santer Akses Jembatan Suramadu Ditutup Total, Begini Tanggapan Kapolres Tanjung Perak Surabaya

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penyemprotan disinfektan sebelum dan sesudah pelaksanaan shalat Idul Fitri berjamaah.

"Penyemprotannya antara nanti malam dan besok baru kami lakukan," ucapnya.

Dia menjelaskan, karena menerapkan protokol kesehatan pada pelaksanaan shalat Idul Fitri besok dengan mengatur jarak, diperkirakan barisan shaf jamaah bakal sampai ke luar masjid.

"Masjid Al Muhajirin bisa menampung sampai 400 jemaah, sedangkan Jami'atul Muslimin bisa menampung 200-an jemaah. Karena keadaan seperti ini bisa sampai luar masjid," ujarnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved