Breaking News:

Idul Fitri

Resmi dari MUI, Tata Cara dan Niat Shalat Idul Fitri di Rumah, Sendiri atau Bersama Keluarga

Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) juga mengeluarkan fatwa panduan dan tata cara Shalat Idul Fitri di rumah saat pandemi virus Corona.

Editor: Januar Alamijaya
Freepik.com
Ilustrasi Resmi dari MUI, Tata Cara dan Niat Shalat Idul Fitri di Rumah, Sendiri atau Bersama Keluarga 

TRIBUNKALTIM.CO -  Umat muskli akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

Namun Idul Fitri 1441 H in berbeda dengan Lebaran di tahun-tahun sebelumnya.

Akibat pandemi virus Corona masyarakat disarankan untuk menjalankan Shalat Idul Fitri di rumah.  

Salah satu amalan saat Idul Fitri adalah melaksanakan Shalat Ied atau Shalat Idul Fitri pada pagi hari 

Menyikapi hal tersebut  Majelis Ulama Indonesia ( MUI )  juga mengeluarkan fatwa panduan dan tata cara Shalat Idul Fitri di rumah saat pandemi virus Corona.

Berikut niat dan tata cara Sholat Ied atau Idul Fitri sebagaimana tertera dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 28 tahun 2020.

 Kapan Malam Lailatul Qadar? Berikut Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar di Bulan Suci Ramadhan

 Malam Turunnya Al Quran di Bulan Suci Ramadhan, Berikut ini Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Fatwa tersebut berisi tentang panduan kaifiat takbir dan shalat Idul Fitri saat pandemi Covid-19 yang bisa Anda download di akhir artikel ini.

Niat Sholat Ied

Niat Salat Idul Fitri untuk imam:

"Ushalli sunnatan li ‘idil fithri rak ‘ataini imaman lillahi ta’alaa"

Artinya: Aku niat salat sunat Idul Fitri dua rakaat menjadi imam karena Allah Ta’ala.

Niat Salat Idul Fitri untuk makmum:

"Ushalli sunnatan li ‘idil fithri rak ‘ataini makmuuman lillahi ta’ala"

Artinya: Aku niat salat sunat Idul Fitri dua rakaat menjadi makmum karena Allah Ta’ala.

Niat Salat Idul Fitri sendiri:

"Ushalli sunnatan li ‘idil fithri rak ‘ataini lillahi ta’alaa"

Artinya: Aku niat salat sunat Idul Fitri dua rakaat karena Allah Ta’ala.

Ketentuan Sholat Ied di Rumah

Shalat Idul Fitri yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjamaah dan dapat dilakukan secara sendiri (munfarid).

Jika shalat Idul Fitri dilaksanakan secara berjamaah, maka ketentuannya sebagai berikut:

a. Jumlah jamaah yang shalat minimal 4 orang, satu orang imam dan 3 orang makmum.

b. Kaifiat shalatnya mengikuti ketentuan Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri di bawah.

c. Usai shalat Id, khatib melaksanakan khutbah dengan mengikuti ketentuan Panduan Kaifiat Khutbah Idul Fitri.

d. Jika jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan shalat jamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka shalat Idul Fitri boleh dilakukan berjamaah tanpa khutbah.

Jika shalat Idul Fitri dilaksanakan secara sendiri (munfarid), maka ketentuannya sebagai berikut:

a. Berniat shalat Idul Fitri secara sendiri.

b. Dilaksanakan dengan bacaan pelan (sirr).

c. Tata cara pelaksanaannya mengacu pada Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri.

d. Tidak ada khutbah.

Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri

1. Sebelum shalat, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.

2. Shalat dimulai dengan menyeru "ash-shalata jami‘ah", tanpa azan dan iqamah.

3. Memulai dengan niat shalat Idul Fitri

4. Membaca takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan.

5. Membaca doa iftitah.

6. Membaca takbir sebanyak 7 (tujuh) kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca secara pelan:

Subhanallah wal hamdulullah wa laa ilaha illallah wallahu Akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar).

7. Membaca surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.

8. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.

9. Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak 5 (lima) kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca secara pelan:

Subhanallah wal hamdulullah wa laa ilaha illallah wallahu Akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar).

10. Membaca Surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.

11. Ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.

12. Setelah salam, disunnahkan mendengarkan khutbah Idul Fitri.

 Bagaimana Tanda-tanda Datangnya Lailatul Qadar? Cahaya Matahari Redup, Kalah dengan Cahaya Malaikat

Panduan Kaifiat Khutbah Idul Fitri

1. Khutbah Id hukumnya sunnah yang merupakan kesempuranaan shalat Idul Fitri.

2. Khutbah Id dilaksanakan dengan dua khutbah, dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.

3. Khutbah pertama dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a. Membaca takbir sembilan kali

b. Membaca tahmid (alhamdulillah)

c. Membaca shalawat (Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad)

d. Ajakan bertaqwa kepada Allah SWT (ittaqullah)

e. Membaca ayat Al Qur’an (sebisanya)

 Nuzulul Quran dan Kaitannya dengan Lailatul Qadar, Ada Perbedaan Peringatan di Indonesia dan Mesir

Khutbah Kedua:

a. Membaca takbir tujuh kali

b. Membaca tahmid (alhamdulillah)

c. Membaca shalawat (Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad)

d. Ajakan bertaqwa kepada Allah SWT (ittaqullah)

e. Membaca ayat Al-Quran (sebisanya)

f. Membaca doa untuk umat islam (sebisanya)

Untuk lebih lengkapnya, silahkan download fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) no 28 tahun 2020

 Ikuti >>> Update Idul Fitri

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Niat dan Tata Cara Sholat Idul Fitri di Rumah Baik Sendiri atau Berjamaah, Resmi dari MUI, https://www.tribunnews.com/ramadan/2020/05/14/niat-dan-tata-cara-sholat-idul-fitri-di-rumah-baik-sendiri-atau-berjamaah-resmi-dari-mui?page=all.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved