News Video

NEWS VIDEO H+1 Lebaran, Tak Takut Covid-19, Warga Sangatta Padati Pantai Kenyamukan

Terlihat banyak kendaran roda empat dan roda dua lalu lalang melewati jalan Kenyamukan baik yang baru datang dan yang telah pulang dari pantai

TRIBUNKALTIM.CO - Sehari pasca lebaran idul Fitri 1441 Hijriah ratusan warga Sangatta, Kutai Timur memadapi wisata pantai Kenyamukan yang berlokasi di Sangatta Utara.

 Terlihat banyak kendaran roda empat dan roda dua lalu lalang melewati jalan Kenyamukan baik yang baru datang dan yang telah pulang dari pantai. 

Dikala pandemi wabah Corona Virus Disease 19  (Covid-19) yang masih menghantui mayarakat diseluruh dunia, masih banyak warga yang mengunjungi pantai tidak mematuhi protokol kesehatan yakni tidak mengenakan masker dan juga terlihat masih banyak yang berkerumunan. 

Tribunkaltim.co berkesempatan bertemu dengan salah satu pengunjung bersisinial DA, ia mengungkapkan ia datang ke Pantai karena merasa suntuk dirumah. Tetapi ia tetap mematuhi protokol dengan mengenakan masker bersama dengan keluarganya. 

"Ini tradisi tiap tahun, kita suntuk dirumah terus, makanya kesini, karena disini kan gak ditutup ya pantainya," ungkap DA, Senin, (25/5/2020). 

Beda lagi dengan TF, perempuan yang terlihat masih muda ini mengatakan datang berkunjung di pantai Kenyamukan untuk sekedar menikmati suasana bersama dengan teman-temannya. Akan tetapi ia sebenarnya mengaku takut datang ke temoat wisata ini. 

"Mau nikmatin suasananya, sebenarnya saya takut banget kesini ini kan virus ada ya," ujarnya.

 Lain lagi dengan HM, pria yang telah memiliki anak dua ini mengungkapkan jika ia memang nekat datang untuk menikmati suasana pantai dengan keluarganya karena memang pantai tersebut tidak ditutup. Ia juga bingung dengan pemerintah, kenapa masjid-masjid ditutup tetapi objek wisata pantai Kenyamukan masih tetap dibuka.

 "Ya datang aja, biar anak-anak seneng juga, pantai ini loh gak ditutup makanya datang aja, bingung juga saya, masjid ditutup tapi objek wisata dibuka," ujar pria tersebut sambil menggelengkan kepala. 

Menanggapi hal itu, Kapolres Kutim AKBP Indras Budi Purnomo, saat dimintai keterangan terkait dibukanya objek wisata tersebut ia mengungkapkan akan menindak lanjuti hal tersebut.

 "Haruenya pemda atau dinas pariwisata ikut serta kita bantu pam nya, Besok kita tindak lanjuti," ujar Indras kepada Tribunkaltim. (*)

Editor: Faizal Amir
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved