Breaking News:

Jika Mobil Mogok Dorong ke Bahu Jalan dan Segera Pasang Segitiga Pengaman

Sebelum melakukan perjalanan jauh menggunakan mobil, periksa dulu bagian-bagian penting dan pastikan kondisi bagus dan siap menempuh perjalanan.

Editor: Mathias Masan Ola
tribunkaltim.co/aridjwana
Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta membantu kendaraan yang mogok akibat menerobos banjir di kawasan DAM, Kota Balikpapan, Selasa (29/8/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA  - Sebelum melakukan perjalanan jauh menggunakan mobil, periksa dulu bagian-bagian penting dan pastikan kondisi bagus dan siap menempuh perjalanan. Jangan lupa segitiga pengaman.

Mobil mogok kerap menimpa pengemudi mobil tanpa aba-aba, hal ini tentu membuat perjalanan menjadi tidak menyenangkan. Apalagi dalam kondisi saat seperti ini, banyak bengkel mobil yang tutup selama Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) sehingga banyak pemilik mobil yang belum melakukan perawatan berkala.

Lantas, bagaimana tindakan pertama yang harus dilakukan saat mobil mogok di jalan? Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia ( SDCI ), Sony Susmana, mengatakan, segera dorong mobil ke pinggir atau bahu jalan.

Jika kondisinya sedang berada di jalan tol, setelah meminggirkan mobil hubungi nomor darurat tol tempat anda berada untuk dilakukan penderekan. “Jangan lupa untuk memasang segitiga pengaman, di samping menyalakan lampu hazard. Supaya pengendara lainnya lebih awas,” ujarnya kepada Kompas.com.

 Sebagaimana tertulis pada Peraturan Pemerintah Nomor 15 tahun 2005 Pasal 41 (2), berbunyi; penggunaan bahu jalan digunakan bagi arus lalu lintas dalam keadaan darurat, diperuntukan bagi kendaraan yang berhenti darurat.

Petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur saat menderek mobil yang parkir di bahu Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Kamis (21/11/2019).
Petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur saat menderek mobil yang parkir di bahu Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Kamis (21/11/2019). ((KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI))

Bahu jalan tidak digunakan untuk menarik atau menderek atau mendorong kendaraan, tidak digunakan untuk keperluan menaikkan atau menurunkan penumpang dan atau barang dan atau hewan serta tidak digunakan untuk mendahului kendaraan.

Sementara terkait aturan segitiga pengaman, tercantum pada keputusan Manteri Perhubungan No.72 Tahun 1993, tentang Perlengkapan Kendaraan Bermotor, tepatnya di pasal 12.

Baca juga; Bupati Tak Ambil Pusing, Nasib 109 Tenaga Medis Usai Mogok & Ogah Urus Corona, Ada 33 ASN & 11 Honor

Baca juga; IDI Ancam Mogok Tangani Pasien Corona jika tak Ada Jaminan APD Untuk Tim Medis dari Pemerintah

Baca juga; Dian Dicegat Polisi saat Gendong Jasad Cucu, Sepeda Motor Mogok Lantaran Kehabisan Bensin

Dijelaskan bahwa, kriteria segitiga yang dapat digunakan untuk memberikan isyarat berhenti sebagai berikut: -Berupa pelat segitiga sama sisi yang dibuat dari bahan tidak mudah berkarat dengan panjang sisi sekurang-kurangnya 0,40m dan tepinya berwarna merah yang lebarnya tidak kurang dari 0,5m dengan bagian dalam berlubang.

-Warna merah sebagaimana dimaksud, harus dapat memantulkan cahaya, pada waktu terkena sinar lampu, dan terakhir posisinya harus melintang jalan dengan sudut runcing menghadap ke atas, dan warna merah menghadap ke arah lalu lintas.

Oleh sebab itu, pengendara lain sebaiknya jangan protes dan emosi jika ada kendaraan dalam kondisi darurat atau mogok berada di bahu jalan, serta jangan pula membiarkan kendaraan mogok di tengah ruas jalan sehingga membuat kemacetan panjang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Fungsi Segitiga Pengaman yang Kerap Terlupakan"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved