Virus Corona di Bontang

Ketua IDI Bontang Respon Wacana Relaksasi, Akui Bikin Tenaga Medis Covid-19 Down

physical distancing longgar hingga terserah, tenaga medis covid-19 down, penjelasan IDI Bontang

TribunKaltim.co / Muhammad Fachri
Ketua Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) Bontang, dr Suhardi. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) menyatakan pandemi covid-19 tak akan berakhir dalam waktu pendek.

Pemerintah Republik Indonesia dalam pernyataan presiden Joko Widodo ( Jokowi ), merujuk data WHO, mengajak masyarakat berdamai dengan covid-19.

Imbasnya, pembatasan yang terjadi di masyarakat mulai melonggar dengan sendirinya  belakangan ini.

Punya Alat TCM tapi Tak Punya Cartridge, Bontang Belum Bisa Diagnosa covid-19

Resmi, Pemda Kota Taman Gelontorkan Rp 7,2 Miliar Bangun Ruang Isolasi di RSUD Bontang

Kadinkes Bontang Sebut Hati-Hati Ada Potensi Klaster Baru Termasuk Klaster Polewali Mandar

Moda transportasi mulai dibuka kembali oleh Kementerian Perhubungan.

Sampai-sampai physical distancing dirasa semakin longgar.

Masyarakat semakin banyak beraktivitas di luar rumah.

Hal ini membuat tenaga medis yang berjuang melawan covid-19 merasa down.

"Ada wacana kebijakan pelonggaran.

Akhirnya mau gak mau, tenaga kesehatan yang terlibat langsung memberikan pelayanan pasien covid-19 down-lah ya," kata Ketua IDI Bontang, dr Suhardi kepada Tribunkaltim.co melalui sambungan telepon.

Hal itu yang membuat tenaga medis Indonesia tak kuasa menahan emosi dan unek-uneknya.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved