Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Lindungi Kesehatan Siswa, UN 2020 Ditiadakan, Ngampun: Kelulusan Ditentukan Lewat Nilai Kumulatif

Di Kubar sendiri jumlah siswa jenjang SD-SMP negeri maupun swasta yang mengikuti UN tahun 2020 sebanyak 6.362 orang.

HUMASKAB KUBAR
Kepala Dinas Pendidikan Kubar Silvanus Ngampun 

SENDAWAR - Ujian Nasional (UN) tahun 2020 resmi ditiadakan atau dibatalkan, setelah pemerintah pusat menggelar rapat terbatas. Hal ini merupakan imbas dari mewabahnya Covid-19 di Indonesia.

Di Kubar sendiri jumlah siswa jenjang SD-SMP negeri maupun swasta yang mengikuti UN tahun 2020 sebanyak 6.362 orang.

Terbagi untuk SD 3.403 orang terdiri dari laki-laki 1.749 orang, perempuan 1.654 orang sedangkan SMP 2.959 orang terdiri dari laki-laki 1.469 dan perempuan 1.469 orang.

Ini dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan Kubar Silvanus Ngampun, Selasa (26/5/2020).

Menurutnya, hingga saat ini proses belajar di rumah yang diterapkan berjalan lancar, walaupun sesuai hasil evaluasi masih banyak keterbatasan.

"Semua kegiatan di sekolah kami mengikuti instruksi dari pusat, termasuk pelaksanaan UN murid-murid SD dan SMP yang dibatalkan. Jika tetap dilaksanakan dapat membahayakan kesehatan ribuan murid, para guru dan keluarga mereka," ujar Ngampun.

Terkait pembatalan UN 2020, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Surat Edaran tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19 mengatur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada jalur prestasi, dilakukan berdasarkan akumulasi nilai rapor lima semester terakhir dan/atau berdasarkan prestasi akademik/non-akademik di luar rapor sekolah.

Ngampun mendukung keputusan pemerintah pusat karena keselamatan para siswa dan masyarakat adalah yang utama.

Sedangkan untuk tingkat SMP, kelulusan siswa akan ditentukan melalui nilai kumulatif mereka selama tiga tahun belajar. Begitu juga untuk siswa SD, kelulusan akan ditentukan dari nilai kumulatif selama enam tahun mereka belajar.

“Pihak sekolah yang akan menimbang nilai kumulatif yang tercermin dari nilai rapot dalam menentukan kelulusan seorang siswa, karena kegiatan kurikuler atau ekstrakurikuler terdokumentasi dari nilai rapot,” jelas Ngampun.

Sekali lagi Ngampun menyatakan mendukung keputusan pemerintah pusat sebagai bagian dari sistem respons wabah Covid-19, yang salah satunya pengutamaan keselamatan.

“Peniadaan UN menjadi penerapan kebijakan social distancing untuk memutus mata-rantai covid-19,” tambah Ngampun. (adv/hms10)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved