Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Timur

Status WFH Tidak Diperpanjang, 2 Juni Seluruh Pegawai Kutim Masuk Kantor

Belum ada keterangan untuk melanjutkan WFH. Tapi, ini libur Lebaran sudah usai, jadi, kita imbau agar para pegawai kembali bekerja seperti biasa

Penulis: Margaret Sarita | Editor: Ardians
Tribun kaltim/Margaret Sarita
Sekda Kutai Timur Drs H Irawansyah M Si. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Pandemic Corona belum berakhir. Kabupaten Kutai Timur pun masih masuk dalam status zona merah.

Namun, Pemerintah Kabupaten telah memutuskan tidak memperpanjang masa bekerja di rumah bagi para pegawai di lingkungan pemerintahan.

Sekretaris Daerah Drs H Irawansyah M Si menyatakan para pegawai baik PNS maupun Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) agar bersiap masuk kerja di kantor masing-masing.

Rencana masuk kerja tersebut, menurut Irawansyah dimulai 2 Juni 2020 mendatang. Pasalnya, sesuai edaran Bupati Kutim, bekerja di rumah bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TK2D karena wabah Covid 19, berlaku hanya sampai 29 Mei 2020.

Selanjutnya, disusul libur Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Juni 2020.  Setelah itu, kembali bekerja seperti biasa.

PON Papua Diundur, Atlet Bola Tangan Tetap Jalani Latihan Secara Mandiri

NEWS VIDEO Quartararo Mengaku Menyontek Gaya Balap Lorenzo

Kadin Respon Positif Rencana New Normal di Kota Balikpapan, Pemberlakuannya Harus Pro Pasar

Peduli Covid-19, PT MPS dan PT PHK Bagikan 1.000 Paket Sembako kepada Masyarakat Kutai Timur

“Belum ada keterangan untuk melanjutkan WFH. Tapi, ini libur Lebaran sudah usai, jadi, kita imbau agar para pegawai kembali bekerja seperti biasa. Tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya, usai mengikuti rapat tentang perpanjangan izin lokasi PT Kobexindo di ruang rapat Kantor Diskominfo Perstik Kutim, Rabu (27/5/2020).

Sekda juga mengimbau agar para pegawai yang masih berada di luar kota, seperti Samarinda dan Tenggarong, agar segera kembali ke Kutai Timur. Untuk bekerja kembali seperti biasa. Namun, sesuai aturan yang ada, tetap harus melalui pemeriksaan di posko pintu masuk Sangatta.

“Untuk mereka yang berasal dari zona merah dan ada transmisi lokal, tetap harus menjalankan masa isolasi diri di tempat yang sudah disediakan. Agar tidak membahayakan warga lainnya yang tidak melakukan perjalanan,” ungkap Irawansyah.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/sar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved