Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Bupati FX Yapan Resmikan Listrik di Kampung Tutung dan Melapeh Baru, Petinggi: Makasih PLN-Pemda

sejak 2006 ada pemasangan jaringan listrik berupa tiang, kabel dan trafo menuju Tutung. Hanya saja, tidak pernah dialiri listrik

HUMASKAB KUBAR
LISTRIK KAMPUNG - Bupati Kutai Barat FX Yapan menyalakan saklar meteran listrik saat meresmikan listrik di Kampung Linggang Tutung dan Linggang Melapeh Baru, Kecamatan Linggang Bigung, Rabu (27/5/2020). 

ENDAWAR - Bupati Kutai Barat FX Yapan meresmikan listrik di Kampung Linggang Tutung dan Linggang Melapeh Baru, Kecamatan Linggang Bigung, Rabu (27/5/2020). Turut hadir Wakil Bupati Edyanto Arkan, Ketua DPRD Kubar Ridwai, dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah (PD).

Bupati berpesan semoga peresmian listrik ini dapat membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan vital yaitu ketersediaan listrik, sehingga kehidupan sosial bahkan perekonomian masyarakat semakin meningkat dan produktif.

“Konsistensi saya bersama Pak Edyanto Arkan dalam perjuangan menyukseskan pembangunan berkelanjutan di seluruh wilayah Kutai Barat, terus dilakukan,” ujar Yapan.

Menurutnya, beragam hal telah diupayakan dalam perumusan kebijakan yang berdasarkan pada kebutuhan masyarakat, bukan kepentingan tertentu. Untuk itu, ketersediaan listrik di seluruh wilayah Kutai Barat secara perlahan tetapi pasti terus diupayakan. Sebab masih banyak kampung yang belum teraliri listrik.

“Ini bentuk keseriusan pemerintah melalui kerjasama Perusda Witelteram dengan PT PLN dalam pemenuhan kebutuhan listrik di dua kampung,” tandas Bupati Yapan.

Bupati berharap Witelteram dapat meningkatkan sinergitasnya dengan PT PLN, dinas atau badan terkait serta kecamatan bahkan Kampung, sehingga sesuai harapan dan program jangka panjang kedepannya yakni seluruh kampung dialiri listrik.

“Mari bersama kita tingkatkan peran dan fungsi keberadaan kita serta kerja keras untuk melayani masyarakat,” tambahnya.

Sementara Petinggi Linggang Tutung, H. Abdul Rahman, mengungkapkan listrik sudah lebih 25 tahun dinikmati warga Tutung. Namun harganya mahal, karena menggunakan pembangkit generator set. Sebulan bisa jutaan habis untuk membeli bahan bakar minyak.

“Baru ini masuk listrik dari PLN. Kalau dulu ada mesin genset dari KEM (perusahaan tambang emas PT Kelian Equatorial Mining), tapi disubsidi BBM. Warga diminta Rp100 ribu perbulan saja, banyak yang malas bayar, akhirnya macet lagi bertahun-tahun,” ujarnya, usai peresmian.

Ia menambahkan, sejak 2006 ada pemasangan jaringan listrik berupa tiang, kabel dan trafo menuju Tutung. Hanya saja, tidak pernah dialiri listrik.

“Terimakasih kepada pemerintah daerah dan PLN, kami sudah dialiri listrik,” katanya.


Menurut Dirut Perusda Witelteram, Syachran Eric Lenyoq, pemasangan instalasi dilakukan bertahap sesuai pesanan calon pelanggan. Bulan depan direncanakan 60 instalasi yang sudah terpasang akan menyala.

PLN sebagai vendor dan Witelteram memasang instalasi. Sebagian besar dipasang meteran dengan daya 900 watt dan 1.200 watt untuk rumah ibadah atau fasilitas umum.

Melapeh Baru ke Tutung berjarak sekitar 25 kilometer. Dana puluhan miliar rupiah harus dikeluarkan oleh PLN untuk jaringan listrik tersebut.

Sejak Witelteram dipercayakan menangani pada 4 Maret 2020, langsung bergerak melakukan sosialisasi dan pasang instalasi. Akhirnya pada Senin, 18 Mei 2020 lalu beberapa rumah di Tutung terang benderang.

“Jadi tidak sampai dua bulan. Karena ini pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat, dan perintah Presiden Jokowi pada 4 April 2020, semua desa harus teraliri listrik. Juga berkat dorongan Bapak Bupati kepada pihak PLN,” tambah Eric Lenyoq.(adv/hms36)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved