Berita Pemprov Kalimantan Utara

Jumlah Pasien Positif Terus Berkurang, Kurva Covid-19 Kaltara Mulai Landai

Kalau sebelumnya, April, sehari bisa bertambah 5 sampai 12 orang, sekarang antara 1 sampai 3 orang

HUMASPROV KALTARA
MANDIRI - Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat meninjau rencana laboratorium PCR RSUD Tarakan, belum lama ini. Alat ini digunakan untuk melakukan uji spesimen secara mandiri. Gubernur juga menerima laporan bahwa jumlah pasien psoitif terus berkurang, kurvanya kini mulai landai. 

TANJUNG SELOR - Jumlah pasien positif yang menjalani perawatan di rumah sakit di Kaltara terus berkurang. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltara mencatat pasien positif yang masih dalam perawatan tim medis tersisa 95 orang.

Sebanyak 68 pasien positif telah dinyatakan sembuh. Rincinya, 60 orang sembuh sampai Selasa (25/5) dan 8 orang sembuh hari Rabu (26/5/2020).

“Hari ini 7 orang dari Tarakan sembuh. Terdiri atas kluster jamaah tabligh dan kontak eratnya, termasuk satu dari klaster Temboro. Kemudian 1 pasien juga sembuh di Bulungan yang dirawat di RS Kota Tarakan juga dari klaster Temboro,” kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy, Selasa (26/5/2020).

Dibandingkan pertengahan Mei (15/5), jumlah pasien positif yang menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 117 orang.

Dengan berkurangnya jumlah pasien yang menjalani perawatan sampai mencapai 98 orang per 26 Mei ini, maka kurva Covid-19 Kaltara telah turun atau landai.

“Kita Kaltara adalah salah satu provinsi yang kurva pasiennya cenderung sudah turun. Penambahan kasus tidak rutin setiap hari. Dan Kalaupun ada tambahan, kurvanya tidak tajam seperti April kemarin. Kalau sebelumnya sehari bisa bertambah 5 sampai 12 orang, sekarang antara 1 sampai 3 orang,” ujar Agust.

Ia berharap kurva yang cenderung telah melandai bisa bertahan dan sejalan tidak munculnya klaster-klaster baru penyebaran Covid-19. Sebab Agust penambahan klaster yang cenderung akan membuat kurva makin naik.

“Kita juga berharap tidak ada kedatangan pasien positif baru dari luar. Peraturan-peraturan yang memperketat orang keluar masuk, itu juga bisa mengendalikan jumlah kasus di daerah,” ujarnya.

Belum ada kajian, kapan pandemi Covid berakhir. Agust berharap, keseriusan penanganan Covid-19 tidak hanya dilakukan di beberapa daerah. Semua daerah harus berangkulan meredam mata rantai penyebaran virus corona.

“Anggaplah Kaltara sudah makin menurun, landai, tetapi provinsi tetangga atau mungkin seperti DKI Jakarta masih memungkinkan ada transmisi atau orang yang bolak balik yang beresiko. Kalau daerah tidak bekerjasama, kemungkinan tidak bisa ditekan lebih jauh," ujarnya.

Dari akumulasi sejak kasus pertama sampai sekarang, ada 164 pasien positif di Kaltara. Dengan tingkat kesembuhan yang relatif baik, tersisa 95 orang positif dalam perawatan.

“Apresiasi setinggi-tingginya untuk semua lapisan masyarakat yang telah bekerjasama dalam penanganan Covid-19 di Kaltara. Kita juga menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada tenaga medis kita. Tentu tugas ini belumlah usai, kita tetap akan bekerja keras sampai pandemi ini betul-betul berakhir,” tutupnya.(adv/humas)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved