Kisah Tim Relawan PMI Samarinda Jalani Tes Swab, Alat Masuk Lewat Hidung dan Tenggorokan

Tim relawan PMI menjalani tes swab. Mereka mengaku tak cemas melakukan tes tersebut. Bahkan ketika alat tes itu masuk melalui hidung dan tenggorokan.

TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Petugas medis Dinkes Samarinda melakukan tes swab massal untuk mengecek kondisi pasien saat pandemi Virus Corona (covid-19) di dekat Posko Penanganan Banjir, Jl DI Panjaitan, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kamis (28/5/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Tim relawan PMI menjalani tes swab. Mereka mengaku tak cemas melakukan tes tersebut.

Bahkan ketika alat tes itu masuk melalui hidung dan tenggorokan.

Mereka siap dengan hasil tes swab nantinya.

Tidak hanya masyarakat saja yang melakukan rapid test maupun tes swab di posko bencana yang ada di Jl. DI Panjaitan I, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda Kamis (28/5/2020), 

para relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Timur maupun Kota Samarinda pun ikut tes tersebut.

Masjid di Kutim Bakal Dibuka Kembali, Seluruh Imam Harus Jalani Rapid Test Terlebih Dahulu

Petugas medis pun mengambil swab tenggorok ke dalam hidung maupun tenggorokan. Setelah itu hasil tes nantinya diperiksa ke laboratorium untuk diperiksa apakah ada Virus Corona ( covid-19 ) atau tidak dalam tubuh mereka.

Para relawan pun menceritakan bagaimana rasanya usai dites. Fira, salah satu relawan dari PMI, mengatakan tidak ada rasa cemas saat melakukan tes tersebut.

Bahkan ketika alat tes masuk ke dalam hidung ataupun tenggorokan tidak ada rasa sakit sama sekali. "Tidak rasa sakit, geli sedikit saja," ucapnya.

Sementara itu Bidang Organisasi PMI Kaltim, Edi Sukamto mengakui relawan PMI wajib ikut tes tersebut agar mengetahui kondisi para relawan yang ada di lapangan.

"Kita juga bisa terdeteksi apakah kita positif atau tidak. Seandainya positif kita harus mengikuti protokol yang ada," kata Edi Sukamto. (*)

Dua Pemuda Bobol Rumah di Balikpapan, Ada Indikasi Pelaku Beraksi Lebih Satu Tempat

Kota Risma Terancam Jadi Wuhan Akibat Covid-19, Persebaya Beda Sikap dengan Arema FC Soal Liga 1

Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved