Virus Corona

New Normal Jadi Angin Segar Sektor Pariwisata, Wishnutama Ungkap Alasan Wisata Bali Segera Dibuka

new normal di Indonesia jadi angin segar sektor pariwisata, Wishnutama ungkap alasan Wisata Bali segera dibuka

Kolase TribunKaltim.co / Tribun Bali dan Tribunnews
Wishnutama ungkap alasan Pemerintah sebut Bali bisa buka kembali pariwisata 

TRIBUNKALTIM.CO - Penerapan new normal di Indonesia jadi angin segar sektor pariwisata, Wishnutama ungkap alasan Wisata Bali segera dibuka.

Setelah digaungkan Presiden Jokowi, tatanan new normal bakal memberi angin segara bagi sektor yang selama pandemi covid-19 ini lumpuh, khususnya pariwisata.

Akhirnya Pemerintah mempertimbangkan membuka kembali pariwisata khususnya di Bali saat era new normal.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menilai, Provinsi Bali berpotensi membuka kembali sektor pariwisatanya.

Hal itu karena pengendalian covid-19 di Bali cukup baik.

Pernyataan Mengejutkan Walikota Bekasi Soal New Normal: Tak Risau Bila Kasus Melonjak, Ini Dalihnya

Fadjorel Rachman Sebut Kebijakan Jokowi Soal New Normal Tak Sembarangan, Berbasis Ilmu Pengetahuan

Wacana New Normal, Pakar Epidemiologi Singgung Gelombang Kedua Virus Corona dan Jurang Abnormal

"Yang dibuka kembali adalah yang penanganan covid-nya baik, sesuai laporan Gugus Tugas dan Bali adalah salah satu provinsi yang sangat baik penanganannya covid-nya sampai saat ini, potensilah (dibuka)," ujar Wishnutama, melalui video konferensi, Kamis (28/5/2020).

Kendati demikian, pembukaan sektor pariwisata di suatu daerah dilakukan secara bertahap.

Pertama, daerah harus memastikan R0 (basic reproductive number) atau tingkat penularannya di bawah angka 1.

Itu berarti satu orang yang terjangkit covid-19 berpotensi hampir tak menularkan ke satu orang lainnya.

Setelah itu, pemerintah daerah harus menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) untuk mengoperasionalkan sektor pariwisata di kala pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Protokol kesehatan itu meliputi penggunaan masker di lokasi wisata, pengaturan jarak antarwisatawan, dan penyediaan fasilitas cuci tangan serta sanitasi yang memadai.

"Setelah kami mendapatkan SOP tersebut, kami harus melakukan simulasi.

Tahapan berikutnya adalah melakukan simulasi terhadap SOP tersebut.

Setelah simulasi itu sudah dilakukan, kami melakukan yang namanya sosialisasi terhadap SOP tersebut," ujar Wishnutama.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved