News Video

NEWS VIDEO Kicauannya Dilabeli Twitter, Trump Ancam Tutup Media Sosial

Presiden AS Donald Trump mengancam, dia akan menutup media sosial setelah Twitter melabelinya peringatan cek fakta.

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden AS Donald Trump mengancam, dia akan menutup media sosial setelah Twitter melabelinya peringatan cek fakta.

Dalam kicauannya seperti dilansir AFP Rabu (27/5/2020), presiden berusia 73 tahun itu menyebut Republikan merasa suara konservatif sudah dibungkam.

"Kami dengan keras akan melakukan pengawasan, bahkan mungkin menutupnya (media sosial) sebelum kami membiarkannya terjadi," ujar Trump.

Pada Selasa (26/5/2020), Twitter menyasar setidaknya dua kicauan sang presiden yang mengomentari balot pemungutan suara untuk Pilpres AS dikirim lewat pos.

Dalam kicauannya, presiden dari Partai Republik itu menyatakan penolakannya menggunakan mail-in ballots karena berpotensi terjadi penipuan.

Presiden ke-45 AS itu mengklaim, nantinya surat suara itu bakal dicuri, dengan balotnya dicetak ulang dan ditandatangani secara ilegal.

Dalam pandangan Trump, usul itu bakal memberikan ruang bagi kecurangan dalam Pilpres AS. "Ini akan menjadi pemilu yang curang. Tidak!"

Begitu kicauan itu muncul, Twitter langsung memberikan tanda baru bertuliskan Get the fact about mail-in ballots (Dapatkan fakta soal balot kotak pos).

Jika di-klik, maka akan muncul ulasan dari sejumlah media terkemuka seperti CNN, The Washington Post, yang mematahkan klaim sang presiden.

Media-media itu mengutip keterangan pakar, yang menyatakan bahwa cara itu lebih aman dari pada menggunakan sistem in-person voting.

Halaman
12
Editor: Wahyu Triono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved