Terdakwa Penyerang Novel Baswedan Merasa Bersalah, Kapolri Hingga Jokowi Sampai Jadi Bulan-bulanan

Prof Dr Hamdi Muluk MSi selaku saksi ahli, yang mewawancarai langsung kedua terdakwa pada awal 2020 mengungkap hal baru.

WARTA KOTA/ADHY KELANA
PELAKU MERASA BERSALAH - Dua tersangka penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, RM dan RB, keluar dari Rutan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, untuk dipindahkan ke Rutan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12/2019) siang. Keduanya yang merupakan polisi aktif ditangkap di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat. 

TRIBUNKALTIM.CO - Fakta baru seputar kasus penyiraman penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan terungkap.

Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Hamdi Muluk MSi selaku saksi ahli, yang mewawancarai langsung kedua terdakwa pada awal 2020 mengungkap hal baru.

Ronny Bugis, terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan disebutkan merasa bersalah.

Hamdi menyampaikan, penyesalan tersebut diungkap saat terdakwa tahu institusi Polri terkena imbas atas kelakuannya yang tercela tersebut.

• Bukan Juli, Ikatan Guru Indonesia Sarankan Sekolah Buka Lagi di Bulan Ini, Lebih Aman dari covid-19?

• Bukan Wilayah Anies Baswedan, Kota Ini Jadi Wuhan Indonesia, Jokowi Turun Tangan Atasi Virus Corona

• Ketahuan, Ganjar Pranowo Rupanya Pakai Alat Canggih Pantau Gerak Warga di Lebaran, Hasil Mengejutkan

Inilah 4 Capres Potensial di Pilpres 2024 Versi Yunarto Wijaya dan Analisa, Prabowo dan Ahok Absen?

Bahkan, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut terkena imbasnya.

"Ketika dia melakukan salah dan kesalahannya itu berimplikasi yang luas seperti yang dia lihat, kok malah pimpinan saya jadi bulan-bulanan media?"

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved