Selasa, 28 April 2026

200 Warga Binaan Lapas Balikpapan Jalani Rapid Test Covid-19, Napi Usia Lanjut Jadi Prioritas

Sebanyak 200 orang binaan Lapas Klas II A Balikpapan, Kalimantan Timur menjalani rapid test dalam rangka pencegahan terhadap wabah Virus Corona

Penulis: Zainul | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
Ratusan warga binaan di Lapas Klas II A Balikpapan menjalani rapid tes dalam rangka pengecekan covid-19 di aula Lapas Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Sebanyak 200 orang binaan Lapas Klas II A Balikpapan, Kalimantan Timur menjalani rapid test dalam rangka pencegahan terhadap wabah Virus Corona atau covid-19, Jumat (29/5/2020).

Rapid test tersebut berlangsung di ruang aula Lapas Balikpapan dan dilakukan oleh petugas kesehatan Lapas, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan serta dikawal ketat  aparat TNI Polri dan Petugas Keamanan Lapas.

Petugas medis yang melakukan Rapid test terhadap warga binaan itu terlihat memakai seragam Alat Pelindung Diri (APD).

Kepala Lapas Klas II A Balikpapan Veri Johannes mengatakan, rapid test tersebut sengaja dilakukan untuk mendeteksi dini adanya kemungkinan warga binaan yang terpapar covid-19.

"Sebenarnya ini sudah yang kesekian kalinya kami melakukan sendiri tes mandiri namanya dan itu sudah 3 kali kita lakukan.

Dan ada juga  tes kita lakukan yang sifatnya insidentil secara mandiri jadi artinya kalau kita mencurigai warga binaan seperti yang pucat-pucat atau ada demam misalnya maka langsung kita lakukan rapid test," katanya.

Baca Juga

Risma Siapkan 2 Skenario Besar Hentikan Penyebaran Virus Corona di Surabaya, Sediakan 3 Hotel

4 Fenomena Langit Langka Terjadi Saat Pandemi Virus Corona, Salah satunya Berada di Atas Kota Mekkah

WHO Peringatkan Potensi Puncak Kedua Virus Corona, Bakal Lebih Bahaya Dibanding Puncak Pertama

Lebih lanjut Alumni AKIP tahun 92 itu menjelaskan, bahwa kegiatan rapid test dalam rangka pencegahan Virus Corona itu merupakan upaya Lapas Balikpapan untuk mendeteksi dini adanya warga binaan yang terpapar covid-19.

"Ini bagian dari pada upaya Lapas Balikpapan dalam rangka melakukan pencegahan terhadap kemungkinan terpaparnya warga binaan kami dari covid-19.

Yang kedua sebagai deteksi dini terhadap kemungkinan adanya warga binaan kita yang tertular atau terpapar covid-19. Dengan tes ini kan akhirnya kita dapat mengetahui kondisi kesehatan warga binaan kita termasuk juga pegawai," jelasnya

Warga binaan yang mengikuti rapid test kali ini diambil dari kriteria khusus seperti warga binaan yang berusia lanjut dan memiliki riwayat penyakit menular.

Kriteria warga binaan tersebut dinilai rawan terpapar covid-19 sehingga upaya pencegahan bersifat urgent.

"Memang pelaksanaan kegiatan kali ini kita bekerjasama dengan Dinas Kesehatan. Mereka juga memberikan kriteria buat warga binaan mana saja yang akan dilakukan tes pada hari ini.

Dan kami menyimpulkan bahwa yang menurut kami bersifat urjen itu adalah warga binaan pekerja kemudian yang usia - usia tertentu,

ada warga binaan kami yang usia diatas 50-an juga dan itu rentan memang sehingga mereka itu kita prioritaskan untuk di rapid test.

Selain itu juga warga binaan yang punya riwayat penyakit tertentu misalnya asma TBC dan penyakit menular lainnya," bebernya

Sementara itu sampel rapid test kepada 200 warga binaan Lapas Balikpapan nantinya akan diumumkan dalam waktu dekat oleh tim petugas medis DKK Balikpapan dan petugas Medis Lapas Balikpapan.

Sebelumnya, seluruh staf dan pegawai Lapas Balikpapan juga telah melakukan rapid test secara mandiri dan bertahap mulai dari regu pengamanan, pegawai staf hingga pejabat struktural.

"Jadi bukan cuman warga binaan saja tetapi juga pegawai kita rapid test termasuk regu pengamanan pada bulan lalu kita sudah lakukan. Pada rapid test 200 warga binaan kali ini kita ikutkan 9 orang pegawai kami dan hasilnya negatif semua," ujar Veri Johannes.

Veri Johannes juga menyampaikan rasa terima kasih dan mengapresiasi kepedulian Dinas Kesehatan Kota Balikpapan terhadap warga binaannya,

mengingat anggaran yang dimiliki Lapas Balikpapan sangat tidak memungkinkan untuk melakukan rapid test secara mandiri terhadap ribuan warga binaannya.(*)

Baca Juga

Infeksi Corona Melonjak Lagi, Korsel Kembali Lakukan Pembatasan Sosial, Pembukaan Sekolah Ditunda

NEWS VIDEO Relawan Alami Nyeri dan Demam Kabar Gembira, Vaksin Virus Corona Sudah Diuji ke Manusia

Kasus Corona di Wilayah Risma Terus Melejit, Khofifah Minta Surabaya Raya Mencontoh PSBB Malang Raya

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved