Berita Pemprov Kalimantan Utara

7 Tahun Pemprov Kaltara: Selama Irianto Menjabat Sudah Rp 1 Triliun Lebih Bankeu Disalurkan

“Penerima bankeu khusus ini, terdiri guru, penyuluh pertanian dan perikanan. Lalu guru SD, SMP, TK/PAUD, kepala sekolah, pengawas, dan penilik

HUMASPROV KALTARA
BANTUAN KEUANGAN - Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menyerahkan secara simbolis bantuan keuangan khusus kepada guru TK di Nunukan untuk TA 2020. 

7 Tahun Provinsi Kaltara dengan Capaian yang Telah Diraih (26)
Dari 2015, Sudah Rp 1 Triliun Lebih Bankeu Disalurkan

Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi bersifat stimulan dalam rangka meningkatkan kemampuan keuangan dan mengatasi kesenjangan fiskal antar daerah serta pemerataan pembangunan di kabupaten/kota. Bagaimana realisasinya hingga saat ini?

RIKI JUMADI, Humas Provinsi Kaltara

GUBERNUR Kaltara, Dr H Irianto menuturkan bahwa pemberian bankeu, tujuan umumnya adalah untuk mendukung pelaksanaan kegiatan yang merupakan kewenangan pemerintah kabupaten/kota dalam menunjang program-program strategis pembangunan provinsi dan nasional.

Lebih rinci, dukungan tersebut bertujuan khusus untuk mempercepat pencapaian sasaran pembangunan kabupaten/kota, provinsi dan nasional. Selain itu, guna mendukung peningkatan penyediaan kebutuhan sarana dan prasarana dasar bagi masyarakat; meningkatkan sinergitas antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Juga untuk mendukung pelaksanaan pembangunan berkelanjutan; dan mendukung hal-hal yang berkaitan dengan tanggung jawab dan atau kesepakatan yang dibangun antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota yang menjadi kewenangan kabupaten/kota.

“Juga untuk mendukung program kegiatan provinsi terkait dengan visi dan misi Gubernur Kaltara untuk pemerataan pembangunan di kabupaten/kota di wilayah Provinsi Kaltara,” tutur Irianto.

Ada dua jenis bankeu yang disalurkan, yakni bankeu bersifat umum dan bankeu bersifat khusus. Bankeu umum, adalah belanja bankeu yang besarannya ditetapkan Pemprov atas usulan dari pemerintah kabupaten/kota dan selanjutnya peruntukan dan penggunaannya ditentukan sepenuhnya oleh pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan program prioritasnya.

Sementara bankeu bersifat khusus adalah belanja bankeu dari Pemprov kepada pemerintah kabupaten/kota yang sifat bantuannya diarahkan atau ditetapkan Pemprov.

Untuk realisasinya, dari 2015 hingga 2019, total bankeu khusus yang telah disalurkan ke 5 kabupaten/kota mencapai Rp 435.135.000.000. Sedangkan bankeu umum mencapai Rp 640.850.000.000.

“Jadi, selama 5 tahun itu sudah mencapai Rp 1.075.985.000.000,” urai Gubernur.

Jika diuraikan per kabupaten/kota, sepanjang 5 tahun untuk Kabupaten Bulungan menerima total bankeu secara keseluruhan (umum dan khusus) sebesar Rp 189.751.000.000. Lalu Kota Tarakan Rp 284.974.000.000, Nunukan Rp 249.209.000.000, Malinau Rp 281.973.000.000, dan Tana Tidung Rp 70.078.000.000.

Untuk tahun ini, dibeberkan Gubernur, Pemprov sudah menyalurkan bankeu khusus ke 5 kabupaten/kota. Totalnya, Rp 60.330.000.000.

Rinciannya, Bulungan menerima Rp 16.080.000.000, Kota Tarakan Rp 12.990.000.000, Nunukan Rp 18.804.000.000, Malinau Rp 8.892.000.000, dan Tana Tidung Rp 3.564.000.000.

“Penerima bankeu khusus ini, terdiri guru, penyuluh pertanian dan perikanan. Lalu guru SD, SMP, TK/PAUD, kepala sekolah, pengawas, dan penilik (PNS dan Non PNS). Juga penyuluh pertanian dan perikanan (PNS dan Non PNS),” ungkap Irianto.(adv/bersambung)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved