Ada Tanda Silang di Lantai Masjid, Simak Kisah Warga Bontang Jalankan Salat Jumat Berjarak

Pria berbadan tambun mengenakan baju putih mengangkat bokong vespa tuanya. Ia parkirkan kendaraannya di pelataran masjid yang terletak di Jalan Awang

TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FACHRI
Salat Jumat berjarak diterapkan pengurus masjid Al Firdaus Bontang Baru, Kalimantan Timur, Jumat (29/5/2020). Pemerintah baru saja melonggarkan pembatasan aktifitas peribadatan di rumah ibadah di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - "Trengteng..teng...treng...teng..ng.." suara knalpot vespa berwana putih itu memadu dengan lantunan ayat suci yang keluar dari pengeras suara Masjid Al Firdaus, Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur.

Pria berbadan tambun mengenakan baju putih mengangkat bokong vespa tuanya. Ia parkirkan kendaraannya di pelataran masjid yang terletak di Jalan Awang Long Nomor 01 Bontang Baru, Bontang, Kalimantan Timur. Tak jauh dari rumah jabatan Walikota Bontang.

Namanya Yudis (28), ia menenteng sajadah di tangan kanannya. Sejenak ia berdiri di pelataran masjid. Dipandangi aktifitas yang asing di matanya.

Pengurus masjid mendekatkan alat seperti pistol berwarna putih di jidat orang-orang. Belakangan diketahui itu alat pengukur suhu.

Baca Juga: Inilah Indikator Suatu Daerah Bisa Praktikkan New Normal ala Gugus Tugas Corona

Baca Juga: New Normal Sedang Dikaji, Pemkot Balikpapan akan Perkuat 3 Sektor Pelayanan Publik Ini

Sejak pemerintah menetapkan pembatasan aktifitas peribadatan di rumah ibadah lantaran pandemi Covid-19 yang melanda, ia tak pernah ke masjid.

Namun, Jumat (29/5/2020) rindunya tunai. Ia mantap melangkahkan kakinya ke masjid. Sebelumnya, warga Salebba Bontang Baru ini bersuci ke area wudhu masjid. Di sana terdapat sabun cuci tangan di setiap baris keran air.

Kemudian pria berpostur tinggi itu menuju ke dalam masjid. Suhu tubuhnya dianggap normal oleh alat pendeteksi suhu. Ia kemudian diminta membubuhkan identitas pada lembar yang disiapkan pengurus masjid.

Nah, sesampai di dalam ia sempat heran, tak ada alas di lantai masjid. Hanya ada goresan spidol di lantai. Penanda shaf yang jaraknya sudah disesuaikan pengurus masjid.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved