Breaking News:

Berita Pemkab Mahakam Ulu

Cegah Orang dari Zona Merah, Mahulu Terapkan Buka-Tutup Akses Darat dan Sungai

"Saya minta juga dengan Kapolsek untuk tindak tegas, kalau aturan tidak boleh ya tidak boleh gitu, bagaimanapun cara kita

HUMASKAB MAHULU
RAKOR COVID - Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh SH memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid - 19 di ruang rapat Kantor Bappelitbangda, Ujoh Bilang, Selasa (27/5/2020). 

UJOH BILANG - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, SH memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid - 19 di ruang rapat Kantor Bappelitbangda, Selasa (27/5/2020).

Rapat dengan agenda pembahasan terkait Kalender Musim Tanam 2020, Protap TGT Covid-19 Mahulu, mekanisme penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Kampung dihadiri Wabup Drs. Y Juan Jenau, Pj. Sekda Dr. Stephanus Madang,S.Sos,MM, Kapolsek Long Bagun AKP Purwanto, Asisten Bidang Pemerintahan dan Humas Ir. Dodit Agus Riyono,MP, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Badan dan Kantor di lingkungan Pemkab Mahulu.

Bupati menuturkan, menghadapi pandemi Covid-19, Pemkab tak hanya memperkuat sektor kesehatan melainkan juga sektor ekonomi, dengan menjaga agar tetap stabilnya ketersediaan bahan pangan selama masa pandemi Covid-19.

"Sebagai aparatur pemerintah untuk melayani masyarakat, banyak hal yang harus kita buat seperti aturan, instruksi, edaran dan sebagainya, semuanya itu untuk kebaikan kita bersama,"kata Bupati.

Dikatakan lebih lanjut, pemerintah menerapkan sistem buka-tutup akses darat dan sungai ke wilayah Mahakam Ulu sesuai Instruksi Bupati Mahakam Ulu Nomor 2 Tahun 2020 tentang pengaturan akses ke wilayah Mahakam Ulu.

Hal ini sebagai upaya mencegah dan meminimalisir masuknya orang-orang dari zona merah yang patut diduga sebagai carrier/pembawa Covid-19 ke wilayah Mahakam Ulu yang merupakan satu-satunya wilayah zona hijau di Kaltim yang belum ada pasien positif Covid-19.

"Saya minta juga dengan Kapolsek untuk tindak tegas, kalau aturan tidak boleh ya tidak boleh gitu, bagaimanapun cara kita menjaga daerah kita ini agar tetap aman dan hijau," harap Bupati.

Sejalan dengan itu, Wabup menuturkan kebijakan yang diambil agar dapat senantiasa melindungi masyarakat Mahulu dari bahaya Covid - 19.

"Mudah-mudahan ini bisa mengatasi semua persoalan yang kita hadapi ini," harap Wabup.

Berdasarkan hasil rapat tersebut melahirkan 8 point penting yang tertuang dalam Instruksi Bupati Mahakam Ulu Nomor 4 Tahun 2020, yakni kalender musim tanam ditetapkan dalam kurun waktu yang sama di seluruh Kampung, Ladang Kecil (Parai Ja'ai/Pejulu/Kelimang/Aee/Ayai), masa tanam dimulai pada awal bulan Juni Tahun 2020, pada Lahan bekas ladang pada tahun sebelumnya.

Dilaksanakan oleh masyarakat secara serentak dengan tanpa mengurangi aspek kearifan lokal dan adat istiadat masing-masing kampung.

Ladang besar, masa tanam dilaksanakan pada September sampai Oktober 2020 dan lahan sawah mengikuti jadwal atau kalender nasional, yaitu April sampai September dan Oktober sampai Maret. (adv/HMS11)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved