Berita Pemprov Kalimantan Utara

Pemprov Dukung Percepatan Realisasi Kilang Methanol PT KMJ di Pulau Bunyu Sebesar Rp 10 Triliun

PT KMJ memerlukan lahan sekitar 55 hektare. Selain untuk kilang methanol, lahan tersebut juga untuk lokasi industri turunannya,

HUMASPROV KALTARA
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie. 

TANJUNG SELOR - Rencana pembangunan kilang methanol di Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan terus berproses.

Dikabarkan, PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya yakni PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) akan mensuplai bahan baku untuk industri methanol yang akan dibangun PT Karya Mineral Jaya (KMJ) itu.

Terkait hal itu, dijadwalkan dalam waktu dekat, Pemprov bersama dengan PT KMJ, PT PHE dan PT Pertamina (Persero) akan mengadakan pertemuan ulang secara virtual membahas rencana pembangunan kilang methanol tersebut.

“PT KMJ berencana akan membangun industri kilang methanol di Bunyu dengan nilai investasi sebesar USD 700 juta atau lebih dari Rp 10 triliun. Rencana awal, bahan baku industri methanol tersebut akan disuplai dari offshore PT PHE,” kata Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie yang didampingi Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara Faisal Syabaruddin, Kamis (28/5/2020).

Rencana pembangunan kilang methanol di Bunyu sendiri, disampaikan PT KMJ sejak 2019.

“Untuk pembangunan kilang ini, PT KMJ memerlukan lahan sekitar 55 hektare. Selain untuk kilang methanol, lahan tersebut juga untuk lokasi industri turunannya,” kata Irianto.

Diinformasikan pula bahwa pembangunan kilang methanol ini akan menyerap banyak tenaga kerja. Dari itu, Gubernur memastikan Pemprov Kaltara sangat mendukung penuh rencana investasi tersebut untuk segera direalisasikan.

“Tentu efeknya positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta menumbuhkan ekonomi Kaltara,” jelas Gubernur.

Sementara itu Plt Kepala DPMPTSP Kaltara Faisal Syabaruddin menuturkan, PT KMJ sendiri menaksir, feedstock yang diperoleh dalam jangka waktu 4 hingga 5 tahun sebesar 90 MMSCFD natural gas dari Wilayah Kerja (WK) Nunukan. Dengan target aliran gas sekitar kuartal ke-3 2023 (commisiong pada kuartal ke-4 2023).

“Dengan kata lain, produksinya ditargetkan 1 juta ton per tahun atau sekitar 3 ribu ton per hari untuk methanol,” katanya.

Untuk penyerapan tenaga kerja sendiri, dipaparkan bahwa rencananya sekitar 3 ribu tenaga kerja lokal akan diserap selama 4 tahun proyek berlangsung.

“Ini meliputi 1.000 orang teknisi proyek, dan 2 ribu orang pendukung kebutuhan hidup tenaga pelaksana proyek,” tutupnya.(adv/humas)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved