Terjadi Pengurangan APBD, Proyek Padat Karya Belum Dimulai Sebagai Penggerak Ekonomi Warga

Terjadi pengurangan dana perimbangan dan dana bantuan keuangan. Akibatnya, APBD 2020 Kabupaten Paser yang semula direncanakan Rp 2,5 triliun, diperki

TRIBUNKALTIM.CO/SARASSANI
Kepala Bappedalitbang Paser, Muksin mengemukakan proyek padat karya sampai sekarang belum ada aktivitas di lapangan. Ia mengatakan bahwa Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sudah lama mengintruksikan hal itu, terutama yang dananya bersumber dari Dana Desa (DD). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Terjadi pengurangan dana perimbangan dan dana bantuan keuangan.

Akibatnya, APBD 2020 Kabupaten Paser yang semula direncanakan Rp 2,5 triliun, diperkirakan terkoreksi menjadi Rp 2 triliun di APBD Perubahan 2020.

Berkurangnya proyeksi pendapatan daerah ini, menurut Kepala Bappedalitbang Paser Muksin, Jumat (29/5/2020), juga terjadi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Karena ada pengurangan pendapatan dari pusat, provinsi dan PAD, anggaran kita yang semula Rp 2,5 triliun menjadi Rp 2 triliun,” kata Muksin.

Selain menyesuaikan perubahan pendapatan itu, lanjut Muksin, Pemkab Paser juga melakukan penyesuaian program-program kegiatan.

Baca juga: Dua Pemuda yang Bobol Rumah di Balikpapan, Pernah Beraksi di 7 TKP Berbeda

Karena dalam upaya pencegahan dan penggulangan Virus Corona ( covid-19 ), Pemkab Paser melakukan pergeseran anggaran 2020.

“Untuk upaya pencegahan dan penanggulangan covid-19, kita alokasikan anggaran sekitar Rp 75 miliar. Itu semua dipergeseran anggaran 2020, yang diambil dari kegiatan yang bisa ditunda seperti di antaranya bimbingan teknis (bimtek),” ucapnya.

Nantinya, kata Muksin, program-program kegiatan itu akan dievaluasi, sehingga di APBD Perubahan 2020 nanti akan ada beberapa kemungkinan.

Jika pandemi covid-19 berakhir, maka diperkirakan akan ada sisa dana kegiatan yang kembali ke kas daerah, tapi bisa juga sebaliknya.

Baca juga: Kisah Pasien Covid-19 Sembuh Asal Kutai Timur, Tiap Hari Video Call dan Rambut Mulai Gondrong

Terkait proyek padat karya yang sampai sekarang belum ada aktivitas di lapangan, Muksin mengatakan bahwa Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sudah lama mengintruksikan hal itu, terutama yang dananya bersumber dari Dana Desa (DD).

“Begitu pula perangkat daerah kita, sebagian sudah melaksanakan program-program kegiatan padat karya, sebab kegiatan ini sudah diposting di Simda, sehingga perangkat daerah sudah bisa memulainya untuk menggerakkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi covid-19,” tuturnya. (*)

Penulis: Sarassani
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved