Adopsi Kebijakan Anies Baswedan, Warga Luar Kaltim Masuk Balikpapan Wajib Sertakan Hasil Uji Swab

Penambahan jumlah kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) selama dua minggu terakhir, membuat pemerintah Kota Balikpapan menetapkan aturan wajib uji swab.

TRIBUNKALTIM.CO/CAHYO ADI WIDANANTO
Pemerintah Kota Balikpapan melalui Walikota Balikpapan Rizal Effendi beserta jajaran Forkompinda kembali mengumumkan perkembangan terkait covid-19 di Kota Balikpapan, Sabtu (30/5/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Penambahan jumlah kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) selama dua minggu terakhir, membuat pemerintah Kota Balikpapan menetapkan aturan wajib uji swab.

Menyusul kebijakan yang sama dengan Anies Baswedan, Walikota Balikpapan Rizal Effendi berharap langkah ini dapat menekan bertambahnya angka kasus positif di Kota Minyak.

Adapun kebijakan tersebut akan berlaku resmi mulai 3 Juni hingga satu bulan ke depan. Mereka yang wajib menyertakan surat swab ini adalah penduduk yang bukan warga Kalimantan Timur.

"Mereka yang bukan penduduk Kaltim datang transit atupun singgah ke Balikpapan harus melakukan swab. Supaya sejak awal yang bersangkutan ketahuan bebas dari covid-19 ( Virus Corona )," ujar Rizal Effendi, Sabtu (30/5/2020).

Baca juga: Prajurit TNI Bantu Korban Banjir di Samarinda, Tangani Pengobatan Gatal-gatal dan Asam Lambung

Baca juga: Nenek Usia 100 Tahun di Jawa Timur Sembuh dari Corona, Beberkan Rahasia dan Caranya Bertahan

Rizal Effendi menjelaskan, langkah ini terpaksa ia lakukan demi bisa menekan angka R-Naught (R0) agar dapat turun di bawah angka 1, sehingga Kota Balikpapan bisa cepat menerapkan kebijakan New Normal.

Menurutnya hal ini akan menjadi masalah ketika angka positif di Kota Balikpapan terus ditekan, namun justru meningkat dari adanya Orang Tanpa Gejala (OTG) yang beberapa waktu belakangan menjadi kasus positif yang mendominasi.

Adapun yang menjadi problematika lain adalah ketika Kota Balikpapan menjadi tempat transit bagi warga luar daerah.

Baca juga: Jadi Kawasan Jalur Hijau, Dermaga Pasar Pagi Samarinda Ditertibkan dari Pedagang Kaki Lima

Baca juga: Buntut Wali Kota Surabaya Risma Marah soal Mobil PCR, Anak Buah Megawati di PDIP Turun Tangan

Pasalnya di saat warga luar KTP Kalimantan Timur harus melakukan uji swab di Kota Minyak dan hasilnya ternyata reaktif, maka ia pun harus dirawat di Balikpapan.

"Kita alami persoalan, ada yang mau berangkat, dilakukan rapid ternyata reaktif, begitu reaktif dia tidak punya tempat, itu menjadi persoalan baru. Sekarang penambahan kasus justru banyak bukan dari Balikpapan," ucapnya. (*)

.

Penulis: Miftah Aulia Anggraini
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved