Sabtu, 25 April 2026

Bantu Warga Miskin, ASN di Banyuwangi Patungan Kumpulkan Beras 10 Kg/Orang

Belasan ribu ASN itu diharapkan bisa memberi sumbangsih berupa beras 10 kilogram, minyak goreng, maupun mi instan untuk dibagikan ke warga miskin

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Ilustrasi_Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membantu warga miskin dengan beras yang berasal dari ASN 

TRIBUNKALTIM.CO-Untuk masyarakat miskin yang terdampak Virus Corona atau covid-19, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur membuat program "Penggalangan Beras dari ASN".

Program ini bersifat sukarela, dengan melibatkan 13 ribu ASN yang ada di Banyuwangi.

Belasan ribu ASN itu diharapkan bisa memberi sumbangsih berupa beras 10 kilogram, minyak goreng, maupun mi instan untuk dibagikan ke warga miskin yang lebih membutuhkan.

Sebelum puasa, paket sembako itu sudah terkumpul.

Total ada 5.000 paket sembako. Bahkan terjadi surplus 6 ton beras.

Baca Juga

Marah Soal Bantuan Mobil PCR, Kini Risma Sibuk Lakukan Ini di Surabaya Bareng Anak Buah Budi Gunawan

Aplikasi SIKS Bantuan Sosial SIKS-Dataku atau Login di cekbansos.siks.kemsos.go.id, Cara Cek Bansos

Risma Mengamuk Sambil Menangis Gara-gara Mobil PCR Bantuan BNPB 'Saya Ndak Terima Betul Ndak Terima'

Beras tersebut tidak dibagikan, tapi sebagai cadangan Pemkab Banyuwangi jika ke depan warga terdampak bertambah lagi.

"ASN ini mengumpulkan beras 10 kilogram, minyak goreng, mie dan seterusnya untuk menambal, ini gotong royong.

Ini sejak sebelum puasa kita kumpulkan dan sekarang stok ini terkumpul di masing-masing dinas," tutur Bupati Banyuwangi Azwar Anas 

Total ada ribuan paket, 5.000 paket. Contohnya Dinas Pertanian, sekarang terkumpul enam ton beras. Itu tidak kami bagikan tapi jadi cadangan kami ketika ada yang terdampak baru," pungkas dia.

Bupati Banyuwangi Azwar Anas membeberkan sempat alami kendala soal bantuan bagi warga miskin yang terdampak pandemi virus corona atau Covid-19 di daerahnya.

Ia mengatakan sebelum wabah virus corona melanda, ada 35 ribu warga miskin dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang bermasalah.

Padahal, warga yang tidak memiliki NIK akan sulit terdaftar sebagai penerima bantuan.

"Kita sebelum Covid-19 ada PR 35 ribu orang miskin yang NIK bermasalah. Sementara kalau dia nggak punya NIK dia sulit menerima bantuan," kata Azwar dalam diskusi virtual di akun Facebook Tempo Media, Sabtu (30/5/2020).

Baca Juga

Risma Ungkap Bukti Chat dengan Doni Monardo, Emosi Bantuan untuk Surabaya Malah Dialihkan

Amarah Risma Memuncak, Mobil PCR Bantuan BNPB Tak Bisa Digunakan di Surabaya, Sebelumnya Menangis

Surabaya Dicap Wuhan, Walikota Risma Menangis Saat Terima Bantuan dari Intelejen, Tak Mau Kecolongan

Kemudian Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melakukan jemput bola.

Hasilnya, 17 ribu dari 35 ribu warga miskin tanpa NIK sudah terdaftar.

Sisanya 18 ribu diurus kemudian tapi ternyata wabah Covid-19 sudah melanda.

Hari demi hari kata Azwar, setiap orang yang merasakan dampak ekonomi terhenti akibat Covid-19 terus bertambah karena perusahaan seperti perhotelan atau pabrik melakukan pengurangan pegawai.

"Nah ini bahaya jumlah semakin besar tentu dana Pemda tidak cukup," tuturnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cerita ASN di Banyuwangi Patungan Beras untuk Bantu Warga Terdampak Covid-19, https://www.tribunnews.com/regional/2020/05/30/cerita-asn-di-banyuwangi-patungan-beras-untuk-bantu-warga-terdampak-covid-19?page=all

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved