Breaking News:

'New Normal' di Masa Pandemi, TNI-Polri Siap Mengawasi

PANDEMI Covid-19 telah mengubah tatanan hidup masyarakat hingga membuat sejarah baru. Masyarakat tidak akan pernah bisa kembali ke masa sebelum pandem

TRIBUNNEWS/HERUDIN
TRIBUNNEWS/HERUDIN 

PANDEMI Covid-19 telah mengubah tatanan hidup masyarakat hingga membuat sejarah baru. Masyarakat tidak akan pernah bisa kembali ke masa sebelum pandemi. Kini semua orang selalu menggunakan masker, bertemu dengan kawan tanpa bersalaman, selalu jaga jarak, cuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas hingga melakukan pekerjaan dari rumah.

Guna mencegah penyebaran virus Corona, masyarakat diimbau tetap di rumah. Sekolah, bekerja, dan beribadah pun dianjurkan di rumah. Hampir setiap negara menerapkan hal sama. Perubahan tersebut pastinya berdampak pada banyak faktor. Termasuk dalam segi sosial, budaya, dan perekonomian.

Kita tidak tahu kapan wabah ini akan berakhir. Dan kita juga tidak tahu sampai kapan semua hal baru tersebut harus dilakukan. Banyak tradisi yang lenyap dan digantikan dengan cara baru. Kebiasaan berkumpul dan bersalaman pun tidak dapat dilakukan untuk menaati Protokol Kesehatan.

Perubahan sosial tersebut memunculkan istilah era tatanan baru atau "New Normal" yang beberapa hari terakhir banyak diperbincangkan di masyarakat. Istilah tersebut menyiratkan bahwa sesuatu yang sebelumnya tidak normal akan menjadi sesuatu yang biasa.

Presiden Joko Widodo juga mengungkapkan akan mulai menerapkan New Normal tersebut ke beberapa daerah di Indonesia. ada tujuh provinsi yang akan menjalankan fase kehidupan 'Normal Baru', yakni DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, Aceh, Riau, Kaltara, Maluku, dan Jambi. Tujuh provinsi itu siap menjalankan new normal mulai 4 Juni 2020.

Sejak pandemi Covid-19 mengguncang Indonesia, semua orang menjalankan aktivitas dengan mengandalkan media online. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, jarang sekali seseorang melakukan komunikasi secara langsung. Bahkan hanya sekadar belanja bahan pokok pun kini serba online.

Hal tersebut seharusnya menjadi referensi penting bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan. Semua kebutuhan masyarakat dan layanan bagi publik perlu disesuaikan dengan tepat. Jika tadi keputusan New Normal diberlakukan, maka banyak pekerjaan rumah dan pembaharuan yang diperlukan untuk menata sistem kehidupan masyarakat New Normal nanti, entah apakah saat masih atau pasca pandemi.

Perlu edukasi kepada masyarakat secara terus menerus. Masyarakat perlu berdaptasi dengan perubahan tatanan hidup baru, namun tetap harus dibiasakan untuk menerapkan Protokol Kesehatan. Jangan sampai pemberlakuan New Normal menjadi ajang masyarakat untuk lepas dari terikatan yang selama pandemi dialami.

Masyarakat lupa, bahwa tujuan New Normal, untuk membiasakan masyarakat masuk di kehidupan baru dengan tradisi yang berbeda. Untuk mencegah penyebaran Covid-19, ada aturan-aturan atau Protokol Kesehatan yang tetap harus ditaati.

Pemerintah ingin agar masyarakat dapat produktif, tetapi tetap aman dari wabah Covid-19. Fase kenormalan baru (New Normal) pun tengah dipersiapkan pemerintah di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Halaman
12
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved