Banjir di Samarinda

Samarinda Jadi Langganan Banjir, Wakil Ketua DPRD Kaltim Tawarkan Solusi Ibu Kota Provinsi Dipindah

Banjir di Samarinda kerap terjadi dan menjadi sorotan semua kalangan. Intensitas hujan yang tinggi ditambah air Sungai Mahakam pasang dipastikan aka

Editor: Rahmad Taufiq
HO/DOKUMENTASI PRIBADI
Muhammad Samsun, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltim menawarkan solusi agar ibu kota provinsi Kaltim, Samarinda dipindah. Pasalnya, Samarinda kerap jadi langganan banjir. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Banjir di Samarinda kerap terjadi dan menjadi sorotan semua kalangan. 

Intensitas hujan yang tinggi ditambah air Sungai Mahakam pasang dipastikan akan membuat ibu kota Provinsi Kaltim itu tergenang banjir di sejumlah titik.

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun angkat bicara terkait permasalahan banjir yang jadi di langganan di Kota Tepian tersebut.

Seperti diketahui, sudah sepekan banjir bandang melanda Kota Samarinda.

Meskipun lebih dari sepekan beberapa wilayah sudah surut, namun Simpang Lembuswana, Jl A Yani, Jl Pemuda, Jl Gelatik, dan wilayah Pasar Bengkuring tetap menjadi lokasi langganan banjir.

Namun beberapa daerah tersebut sudah mengalami penyurutan banjir selama beberapa hari terakhir. Kota Samarinda saat ini disorot oleh beberapa pihak, salah satunya DPRD Kaltim.

Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun mengatakan, Kota Samarinda mengalami kelebihan beban seperti layaknya persoalan kota besar di Indonesia pada umumnya.

"Banjir ini adalah persoalan klasik dari musim ke musim setiap hujan turun, terlebih dengan intensitas tinggi. Kompleksitas permasalahan banjir tentu harus dilihat secara serius, semakin tahun bukannya semakin berkurang justru semakin parah dan meluas.

Kita tidak bisa membiarkan masyarakat terus-terusan menerima kerugian akibat banjir ini," ucap Samsun, Minggu (31/5/2020).

Baca juga; Siapa Sebenarnya Sosok George Floyd yang Kematiannya Memicu Demonstrasi Besar di Amerika Serikat

Baca juga; Kabar Duka dari Maia Estianty, Tantenya di Surabaya Meninggal karena Corona: Masih Anggap Enteng?

Bahkan ia berani menuturkan jika kota Samarinda itu saat ini tidak kayak menyandang predikat sebagai ibukota provinsi.

"Kita penduduk Kalimantan Timur ikut merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat Samarinda karena wajah Kaltim ada di kota ini terlebih sebagai ibu kota Provinsi," katanya.

Ia melihat terdapat dua faktor yang menjadi faktor mendasar terkaitnya banjir di kota Samarinda. Faktor pertama adalah faktor alam seperti tingginya curah hujan, topografi wilayah, dan pasang surut air Mahakam.

Faktor kedua ia melihat faktor penduduk Samarinda yang menjadi penyebab banjir. Selain itu aktivitas tambang menambah faktor penyebab permasalahan banjir di Samarinda

"Faktor kedua adalah manusia, utamanya bersumber pada unsur pertumbuhan penduduk akan diikuti peningkatan kebutuhan infrastruktur, pemukiman sampai pada mungkin kurang baiknya drainase atau parit,

saluran air menuju ke sungai dan waduk, belum lagi ditambah aktivitas tambang secara berlebihan yang tak terkendali turut memperburuk kualitas lingkungan Samarinda," ucap politisi PDI-P ini.

Baca juga; Pandemi Belum Berakhir, Legislator Bontang Kalimantan Timur Sepakat Bolehkan Salat 5 Waktu di Masjid

Baca juga; BREAKING NEWS Nelayan Asal Balikpapan Hilang di Perairan Selat Makassar Saat Hendak Memancing

Solusi yang ditawarkannya adalah pemindahan Ibukota Provinsi Kaltim ke daerah lain. Dengan begitu arus penduduk dari luar maupun dalam kota akan berpindah.

Selain itu pemindahan Ibukota Provinsi ini akan mempercepat pertumbuhan wilayah yang dipilih menjadi ibukota provinsi nantinya.

Ia mengatakan, pusat pemerintahan provinsi dapat dipindahkan di pinggiran kota Samarinda atau memilih area baru di Kabupaten lain yang letaknya starategis dan mendukung konsep smart city sebagai jawaban atas tantangan zaman ke depannya.

"Selain itu, kebutuhan penataan kota sebagai antisipasi meningkatnya pertumbuhan ekonomi akibat pertumbuhan infrastruktur, mendistribusikan penduduk kota ini agar tidak terkonsentrasi pada pusat kota sebagaimana saat ini,

sekaligus mengantisipasi potensi yang lebih besar sebelum Ibu Kota Negara benar-benar pindah di Bumi Kalimantan Timur," kata Samsun. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved