Terpidana Dilimpahkan ke Rutan dan Lapas Setelah Ada Hasil Putusan Tetap

Semenjak mewabahnya pandemi Virus Corona atau covid-19 di Kalimantan Timur, lebih dua bulan silam yang berdampak dengan kepenuhan kapasitas sel polisi

Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Samir Paturusi
Terpidana Dilimpahkan ke Rutan dan Lapas Setelah Ada Hasil Putusan Tetap
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Ilustrasi-Sel tahanan Polsek Samarinda Kota.Tahanan yang sudah memiliki putusan tetap baru dikirim ke Lapas atau Rutan

TRIBUN KALTIM. CO,SAMARINDA - Semenjak mewabahnya pandemi Virus Corona atau covid-19 di Kalimantan Timur, lebih dua bulan silam yang berdampak dengan kepenuhan kapasitas tahan di sel polisi.

Namun telah mendapat solusi saat Kanwil Kemenkumham berkoordinasi dengan Polda Kaltim pada Jumat lalu (29/5/2020) dengan hasil, para kriminal tersebut bisa dilimpahkan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) setelah inkrah putusan hukum.

Mengenai hal tersebut, Plh Kadiv Pas Kanwil Kemenkumham Kaltim-Kaltara, Didik Heru, menyebutkan keputusan tersebut juga telah disepakati oleh pihak terkait lainnya seperti Kejaksaan dan Pengadilan Tinggi.

"Artinya inkrah hukum ini adalah yang sudah memiliki ketetapan hukum. Tahanan boleh dipindahkan ke Lapas atau Rutan, tapi tetap memperhatikan protokol penanganan covid-19 yang ada," ucap Didik melalui telepon selulernya, Minggu (31/5/2020).

Baca Juga

Virus Corona Bawa Kabar Gembira Buat Koruptor dan Narapidana Narkotika, Ini Kebijakan Yasonna Laoly

Narapidana Narkoba Gantung Diri di Sel, Polres Samarinda Masih Selidiki Penyebab dan Asal Tali

Mie Rampok Penyajiannya Menggunakan Piring Para Narapidana, Ini 5 Kuliner Malam di Kota Bogor

Lebih anjut ia menyampaikan, para pelaku kriminal yang telah mendapatkan inkrah hukum ini akan terlebih dulu dilakukan pemeriksaan klinis, karantina dua minggu, hingga melakukan rapid test sebanyak dua kali.

"Narapidana itu diperiksa dulu kesehatannya, diisolasi, kemudian di rapid test di minggu pertama dan harus nunjukin hasil non reaktif. Satu minggu kemudian juga dites rapid lagi, sampai disimpulkan benar-benar negatif," terangnya.

Tidah hanya itu, kesepakatan antar pihak terkait, keputusan pemindahan tahanan ini juga berdasarkan surat Kementerian Hukum dan HAM RI bernomor PAS-PK.01.01.01-679, tentang penerimaan tahanan yang telah berkekuatan hukum tetap alias telah inkrah yang diterbitkan 20 Mei lalu.

"Namun, penerapannya mungkin tidak semuanya bisa, karena tidak semua Lapas atau Rutan punya ruang isolasi," jelasnya.

Untuk pemberlakuannya sendiri, nanti akan dilaksanakan secara berkala setelah adanya koordinasi lebih lanjut dari Kanwil Kemenkumham Kaltim-Kaltara dengan setiap kabupaten/kota.

Sejauh ini, yang telah memberlakukan hal tersebut ialah Lapas Balikpapan yang akan diikuti oleh kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kaltim.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved