Bansos Balikpapan Disalurkan Saat New Normal, Sebagian Warga Tolak BST, Merasa Tak Layak Menerima

Walikota Balikpapan Rizal Effendi menegaskan bantuan jaring pengaman sosial akan tetap dibagikan meski kebijakan New Normal diterapkan

TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI
Walikota Balikpapan Rizal Effendi membagikan sembako secara simbolis kepada masyarakat terdampak Covid-19 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Walikota Balikpapan Rizal Effendi menegaskan bantuan jaring pengaman sosial akan tetap dibagikan meski kebijakan new normal diterapkan.

Ia menyampaikan bahwasannya masyarakat penerima bantuan sosial di Kota Minyak tak perlu khawatir mengenai hal ini.

Bantuan sosial tersebut juga akan dibagi dalam waktu dekat kepada masyarakat terdampak Covid-19. Baik dari pelaku ekonomi kreatif, petani, nelayan, dan lainnya.

"Program bantuan pemkot akan tetap jalan, mulai hari Selasa akan dibagikan. Bantuan Provinsi juga mulai diserahkan. Warga Balikpapan ada sekira 28 ribu KK yang mendapat," ujar Rizal Effendi, Senin (1/6/2020).

Baca Juga: Kapolda Kaltara Irjen Pol Indrajit Berpesan Hidup Berdampingan Bersama covid-19

Baca Juga: Jepang Mulai Praktikkan New Normal, Ada Warga Ingin Keluar Minum dan Menghadiri Konser

Sementara itu Rizal menambahkan, baru-baru saja pihaknya mendapat laporan dari Lurah wilayah Karangjoang, Balikpapan Utara bersangkutan dengan bantuan sosial tunai.

Ternyata ada sebagian warga di kelurahan itu yang menolak menerima, karena menganggap dirinya tak layak mendapat bantuan dari pemerintah.

Walikota Balikpapan dua periode ini pun mengaku salut dan menghargai keputusan sebagian warga di wilayah Karang Joang.

Baca Juga: Sisa Tangani 4 Klaster, Gugus Tugas covid-19 Balikpapan Masih Buka Kesempatan Rapid Test

Baca Juga: Hasil Rapid Test di Plaza Balikpapan, Walikota Rizal Effendi: Alhamdulillah Semuanya Non Reaktif

"Jadi ada sebagian besar warga diantara 500 orang tidak bersedia menerima BST yang dibagi lewat kantor pos, karena merasa sudah lebih mampu," bebernya.

Rizal menilai hal ini patut dicontoh bagi warga yang memang sudah merasa mampu namun ada didalam daftar. Ia mengimbau, ada baiknya bansos tersebut diserahkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.

"Saya kira masyarakat di Karang Joang menjadi contoh yang baik bagi kita. Meski namanya ada didaftar tapi sebagian besar tidak menerima karena merasa tidak layak untuk mendapat bantuan," pungkasnya.

( TribunKaltim.co )

Penulis: Miftah Aulia Anggraini
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved