Mengenal Antifa, Atau Anti Fasis, yang Dikategorikan Teroris oleh Donald Trump di Demo George Floyd

Mengenal Antifa, atau Anti Fasis, yang dikategorikan teroris oleh Donald Trump di demo George Floyd

AFP/tribunnews.com
Para pengunjuk rasa berkumpul di depan sebuah toko bir yang telah terbakar di dekat Kantor Polisi pada 28 Mei 2020 di Minneapolis, Minnesota, selama protes atas kematian George Floyd, setelah seorang petugas polisi menginjak lehernya. 

TRIBUNKALTIM.CO - Mengenal Antifa, atau Anti Fasis, yang dikategorikan teroris oleh Donald Trump di demo George Floyd.

Pandemi Virus Corona atau covid-19 belum usai di Amerika Serikat.

Belakangan, negara yang dipimpin Donald Trump ini diguncang aksi demonstrasi tewasnya pria Amerika-Afrika George Floyd.

Terbaru, Donald Trump memasukkan kelompok Anti Fasis atau Antifa ke golongan teroris.

Tak hanya dengan persoalan Covid-19, saat ini negara adidaya Amerika Serikat (AS) sedang menghadapi krisis sosial akibat kasus pembunuhan seorang warga kulit hitam bernama George Floyd oleh kepolisian di Minnesota.

 Gibran Maju di Pilkada Solo, Kaesang Pangarep Diisukan Gantikan Anies, Putra Jokowi Beri Klarifikasi

 Refly Harun Beber Pelengseran Soekarno dan Gus Dur Saat Bahas Diskusi Pemakzulan Presiden oleh UGM

 Terungkap Pemain Persija Ini Sempat Mati-Matian Ingin Main di Persiba Untuk Balas Omongan Tetangga

Demonstrasi menuntut keadilan terhadap tindakan rasis dari aparat setelah kematian Floyd semakin meluas dan hampir terjadi di semua negara bagian Amerika Serikat.

Meski begitu, alih-alih memberi respons meneduhkan dan berusaha meredam kemarahan publik, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, justru melempar isu lain dengan mengumumkan dia akan memasukkan kelompok Antifa ( Anti Fasis) sebagai teroris.

Antifa atau akronim dari Anti Fasis, merupakan payung dari pergerakan sayap kiri ekstrem tanpa adanya kepemimpinan yang pasti.

Kelompok itu menentang ideologi sayap kanan ekstrem, di mana mereka melawan neo-Nazi atau kelompok supremasi kulit putih dalam setiap aksinya.

Pengumuman Trump itu terjadi setelah demonstrasi memprotes kematian George Floyd, dan juga kabar kebrutalan polisi lainnya, berakhir dengan kerusuhan.

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved