Bantuan dari Provinsi Kaltim Dicairkan, 936 Pekerja Pariwisata di Balikpapan Terima Bantuan

Bantuan jaring pengaman sosial tahap I dan II dari pemerintah provinsi atau Pemprov Kalimantan Tinur melalui Dinas Pariwisata dicairkan hari ini

TRIBUNKALTIM.CO, MIFTAH AULIA ANGGRAINI
Walikota Balikpapan Rizal Effendi saat menghadiri pembagian bantuan pemerintah provinsi yang diberikan kepada pelaku ekonomi kreatif di Bank Kaltimtara. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Bantuan jaring pengaman sosial tahap I dan II dari pemerintah provinsi atau Pemprov Kalimantan Timur melalui Dinas Pariwisata dicairkan hari ini, Selasa (2/6/2020).

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi para pelaku ekonomi kreatif khususnya kepada para pekerja pariwisata yang terdampak Covid-19.

Disampaikan Walikota Balikpapan Rizal Effendi, penyaluran  kepada 936 penerima bantuan. "Ini program untuk pelaku ekonomi kreatif, pekerja pariwisata dan perhotelan. Dicairkan untuk tahap satu dan dua," ujarnya saat hadir dalam kegiatan pembagian itu.

Sementara itu, mengenai tahap III dan IV akan kembali disalurkan dalam waktu dekat, sebab saat ini masih dalam proses verifikasi. Penyaluran bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Kaltim ini dilakukan melalui Bank Kaltimtara.

Total penerima bantuan ada sekira 36 ribu penerima, yang di dalamnya termasuk bantuan sosial dari provinsi untuk 23 ribu warga di tiga kecamatan yakni Balikpapan Timur, Balikpapan Kota dan Balikpapan Selatan.

Baca juga; Tinggalkan Wilayah Perbatasan, Yonif Raider 303/SSM Kostrad Dilepas Acara Adat Dayak Mahakam Ulu

Baca juga; Nikita Willy Akui Berat Mau Punya Anak tanpa Nikah, Tertawa saat Luna Maya Sebut Kode

Baca juga; Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sebut Pemberlakuan Sistem Buka-Tutup Akses Jalan tak Efektif

"Untuk yang 23 ribu, besok masih akan dirapatkan dengan timnya. Perkiraan minggu ini juga akan dicairkan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan pada program jaminan pengaman sosial ini berupa dana sebesar Rp 750.000 untuk 3 bulan jadi masing-masing Rp 250.000 per bulan.  "Ini dibayarkan sekaligus," katanya.

Lebih lanjut Rizal menegaskan bahwa mereka yang mendapat bantuan dari pemerintah provinsi tidak akan lagi mendapat bantuan pemerintah kota berupa paket sembako.

Sementara saat disinggung mengenai kemungkinan terjadinya tumpang tindih dengan bantuan pemerintah pusat, Rizal mengatakan bahwa terkait data tersebut telah dipadukan. "Data ini sudah kita padukan Disdukcapil mendampingi Dinsos karena data terpusat di sana," lanjutnya.

"Tapi program Dinsos yang 23 ribu itu tidak akan tumpang tindih, karena kita sudah keluarkan dari data yang ada di pemerintah kota," pungkas Walikota Balikpapan dua periode itu.

Penulis: Miftah Aulia Anggraini
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved