Virus Corona

Risiko Tinggi New Normal di Sekolah, Dokter Anak tak Setuju Sekolah Dibuka, Singgung Kasus Kematian

Risiko tinggi new normal di sekolah, dokter anak tak setuju sekolah dibuka, singgung kasus kematian.

Freepik.com
Ilustrasi - new normal, berdamai dengan covid-19. Risiko tinggi new normal di sekolah, dokter anak tak setuju sekolah dibuka, singgung kasus kematian. 

TRIBUNKALTIM.CO - Risiko tinggi new normal di sekolah, dokter anak tak setuju sekolah dibuka, singgung kasus kematian.

Angka kasus covid-19 di Indonesia belum juga melandai, namun new normal akan segera dilakukan.

Pada era new normal ini, sejumlah wacana telah dibuat termasuk pembukaan sekolah.

Pembukaan sekolah di era new normal masih menjadi kontra dari banyak masyarakat.

Seperti yang diketahui, tahun ajaran baru rencananya akan dimulai kembali pada 13 Juli 2020 nanti.

 Gibran Maju di Pilkada Solo, Kaesang Pangarep Diisukan Gantikan Anies, Putra Jokowi Beri Klarifikasi

 Sekolah Menerapkan New Normal Life, 3 Skenario Tahun Ajaran Baru, Termasuk Dimulai Januari 2021

 10 Aktris Korea Cantik Alami Tanpa Oplas, 3 di Antaranya Lawan Main Lee Min Ho di Drama Korea

 Pendaftaran SBMPTN 2020, Cek Prodi Daya Tampung Terbesar di UI, UGM, ITB dan UNDIP Sebelum Daftar!

Dari sisi tenaga medis khususnya Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan agar sekolah baru dibuka pada bulan Desember 2020 mendatang.

Anjuran tersebut merujuk dari angka pasien covid-19 anak-anak yang meninggal.

Dikutip dari acara iNews Siang, Senin (1/6/2020), awalnya Dokter Spesialis Anak Yeni Rachmania menyinggung soal anjuran dari IDAI.

Anjuran tersebut menyarankan agar kegiatan belajar mengajar di sekolah untuk ditunda terlebih dahulu.

Alasan penundaan dibukanya sekolah melihat tren kasus covid-19 yang masih bertambah.

Halaman
1234
Editor: Alfiah Noor Ramadhany
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved