Breaking News:

Ketahanan dan Kebijakan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

PENYEBARAN wabah Covid-19 telah menimbulkan kekhawatiran akan ketahanan pangan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulya

ist
Ketahanan dan Kebijakan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19 

PENYEBARAN wabah Covid-19 telah menimbulkan kekhawatiran akan ketahanan pangan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kalau ekonomi Indonesia diprediksi akan jatuh di angka 2,1 persen hingga 0 persen yang mana sebelum terjadinya wabah diproyeksikan berkisar pada 5,1 persen.

Selain itu, Kementerian Pertanian Indonesia mengklaim bahwa jika kondisi wabah terus seperti ini maka diprediksi pasokan beras hanya cukup hingga Agustus, dengan prediksi panen sebesar 12,4 juta ton sepanjang Maret hingga Mei.

Pada 2018 atau sebelum terjadinya wabah Covid-19, 95 persen pasokan bawang putih Indonesia, 24 persen pasokan daging sapi, dan 55 persen pasokan gula berasal dari luar negeri. Ketika Covid-19 mulai menyebar di Indonesia, rantai pasokan mengalami gangguan yang sangat signifikan.

Hal ini disebabkan adanya pengurangan kapasitas untuk memproduksi bahan pangan, penutupan jalan, pelabuhan dan bandara, dan pembatasan transportasi, yang memperlambat terjadinya distribusi pangan dari produsen ke konsumen.

Gangguan ini menyebabkan naiknya harga pangan di Indonesia. Harga rata-rata beras di Indonesia selama minggu pertama bulan April adalah Rp 11.900 per kilogram, ada kenaikan 1,28 persen dari harga pada Desember 2019.

Di provinsi-provinsi yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti DKI Jakarta, harga beras bahkan lebih tinggi, hingga Rp 13.500, per kilogram di pasar-pasar tradisional.

Kenaikan harga untuk komoditas pangan yang perlu diimpor bahkan lebih signifikan. Dari Desember hingga April 2020 harga gula meningkat 32,97 persen menjadi Rp 18.350 per kilogram, bawang putih meningkat 35,64 persen menjadi Rp 43.200 per kilogram, dan harga daging sapi tetap Rp 117.750 per kilogram. (Diambil melalui tautan https://hargapangan.id/)

Berdasarkan data The Global Hunger Index tahun 2019 Indonesia berada pada tingkat kelaparan yang serius, dengan perkiraan 8,3 persen dari populasi tidak mendapatkan nutrisi yang cukup dan 32,7 persen anak-anak di bawah usia 5 tahun mengalami gagal tumbuh (stunting) karena kekurangan gizi kronis.

Ketidakmampuan untuk mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi yang cukup dapat menurunkan sistem imunitas dan meningkatkan risiko penyakit, terutama untuk masyarakat prasejahtera dan rentan. Adapun memastikan pasokan makanan yang terjangkau sangat penting selama wabah Covid-19.

Tulisan ini akan mengangkat 3 skenario perdagangan yang bilamana ketiga skenario itu diterapkan bagaimanakah dampaknya terhadap keamanan dan ketahanan pangan di Indonesia.

Halaman
123
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved