Sopir di Berau Nyambi Jual Miras Ilegal, Mengaku Baru 10 Hari Jalankan Bisnisnya

Nasib nahas menimpa sopir di Berau berinisial RM (43), niat kerja sampingan alias nyambi jual Miras Ilegal berujung diciduk polisi, Rabu (3/6/2020).

TribunKaltim.Co/Ikbal Nurkarim
Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo saat menggelar rilis pengungkapan ribuan botol miras berbagai jenis. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Nasib nahas menimpa sopir di Berau berinisial RM (43), niat kerja sampingan alias nyambi jual Miras Ilegal berujung diciduk polisi, Rabu (3/6/2020).

Pria 43 tahun itu diringkus Tim Patroli URC Rajawali Sat Sabhara Polres Berau, dan diamankan 687 botol miras berbagai jenis.

Dihadapan Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Eming Wibowo, pelaku RM mengaku baru menjual Miras sekitar 10 hari terakhir.

Ia juga mengaku membeli miras tersebut dengan modal Rp 30 juta, belum sempat terjual Ia keburu ditangkap polisi.

"Baru 10 hari saya ambil barang ini dari Samarinda dengan modal mencapai Rp 30 juta," kata RM menjawab pertanyaan polisi.

"Saya angkut menggunakan mobil saya sendiri karena saya bekerja sebagai sopir," tuturnya.

Baca juga; Menristek Sebut Virus Corona yang Masuk ke Indonesia tak Masuk Dalam Kategori Utama, Apa Maksudnya?

Baca juga; Dukung Figur Amanah, PKS Janjikan Deklarasi Kandidat Calon Walikota Balikpapan Pertengahan Juni 2020

Baca juga; Bukan Zona Hitam, Anak Buah Khofifah Luruskan Status Wilayah Risma Merah Tua, Hampir Dijuluki Wuhan

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto mengungkapkan kepada siapa pelaku jual Miras tersebut masih dikembangkan.

Mantan Kapolda Raja Ampat itu mengingatkan agar tak mencoba meminum- minuman keras terlebih sejumlah kejadian di Berau baik itu Lakalantas maupun pencurian awalnya karena minum Miras.

Pelaku sendiri terancam hukuman penjara tiga bulan dan Denda Rp 50 juta.

"Pelaku dijerat Pasal 3 ayat (1) Perda Nomor 11 Tahun 2010 tentang perubahan Perda pertama kabupaten
Berau Nomor 2 Tahun 2009 Tentang Pelarangan Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol," kata Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto

"Dengan ancaman pidana penjara paling lama 3 bulan dan denda paling banyak Rp 50 juta," tegasnya. (TribunKaltim.co/Ikbal Nurkarim)

Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved