Breaking News:

Berita DPRD Kalimantan Timur

Kunjungi DPRD, Kepala BNNP Kaltim Minta Dukungan Berantas Penyalahgunaan Narkoba

"Semua wilayah berpotensi jadi tempat masuk narkoba. Tinggal mau mengamankan wilayah atau tidak," tegasnya.

HUMAS DPRD KALTIM
KUNJUNGAN BNNP - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim Iman Sumantri bersama DPRD Kaltim foto bersama saat berkunjung ke DPRD Katim, Rabu (3/6/2020). Iman diterima Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun dan didampingi Sekretaris Dewan Muhammad Ramadhan, serta Norhayati selaku Kabag Persidangan dan Humas Sekretariat DPRD Kaltim. 

SAMARINDA- Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim, Iman Sumantri, bersama jajarannya melakukan kunjungan ke DPRD Kaltim sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan meminta dukungan dewan untuk bersama memberantas penyalahgunaan narkoba di Kaltim yang akhir-akhir ini mulai marak.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun dan didampingi Sekretaris Dewan Muhammad Ramadhan, serta Norhayati selaku Kabag Persidangan dan Humas Sekretariat DPRD Kaltim, Rabu (3/6/2020).

Disampaikan Iman, Kaltim merupakan daerah transit ke daerah lain khususnya ke Malaysia. Sampai sekarang sudah ada 800 jenis narkoba baru di dunia. Dari jumlah itu, 70 di antaranya terverifikasi sudah masuk ke Indonesia sejak tahun 2014 dan sudah diteliti di laboratorium BNN.

"Bisa saja jenis yang lain sudah masuk namun belum diketahui, kami di BNNP berusaha untuk terus memutus mata rantai atau jaringan peredaran narkoba, agar tidak terus meluas," tambah Iman.

Iman menyatakan, semua wilayah di Indonesia berpotensi menjadi gerbang masuk narkoba dari luar negeri. Karena garis pantai Indonesia tidak dijaga dengan maksimal. Semua bergantung pada kerjasama masyarakat dan lembaga terkait untuk melakukan pencegahan.

"Semua wilayah berpotensi jadi tempat masuk narkoba. Tinggal mau mengamankan wilayah atau tidak," tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Samsun menyatakan DPRD Kaltim akan terus mendukung upaya BNNP untuk memberantas peredaran narkoba di Kaltim. Ini demi menyelamatkan generasi penerus bangsa agar jangan sampai rusak akibat narkoba.

"Ini harus kita cegah, tetap kita lakukan pola pencegahan dan tindakan namun dengan cara yang bijak, agar masyarakat yang awalnya tidak tahu kemudian menjadi tahu akhirnya mau coba-coba," katanya.

Pencegahan ini harus diawali dari komunitas terkecil yaitu perhatian keluarga. “Perlu dibangkitkan norma-norma dari keluarga, seperti pendidikan agama dan adab sopan santun," tandas Samsun. (advertorial/hms8)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved