Mulai Besok Umat Muslim di Tarakan Bisa Salat di Masjid, Begini Penjelasan Wakil Ketua MUI Kaltara

MUI mengeluarkan maklumat nomor Kep-188/DP-MUI/5/2020 mengenai panduan ibadah dalam masa new normal di tengah covid-19

TRIBUNKALTIM.CO, RISNAWATI
Wakil Ketua MUI Provinsi Kaltara, KH Zainuddin Dalila 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Majelis Ulama Indonesia atau MUI mengeluarkan maklumat nomor Kep-188/DP-MUI/5/2020 mengenai panduan ibadah dalam masa new normal di tengah covid-19

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua MUI Kaltara, Zainuddin Dalila Kamis (4/6/20)

Zainuddin Dalila mengatakan tidak banyak yang berubah dari fatwa MUI yang sebelumnya yakni tetap membagi 3 kategori wilayah. Wilayah yang terkendali, yang tidak terkendali dan yang terkendali namun sedang.

"Untuk yang sudah terkendali, termasuk Tarakan yang grafiknya sudah minus 1 kalau ndak salah tidak sampai 1 itu boleh melaksanakan peribadatan tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan ya," ujarnya.

Zainuddin Dalila menyampaikan seperti awal-awal dulu, setiap masjid mesti menyediakan sabun cuci tangan di tempat wudhu, kemudian yang beribadah ke masjid harus menggunakan masker, tidak boleh dilepas walaupun di dalam ruang peribadatan.

Baca juga; Anak Buah Idham Azis Bebaskan Ferdian Paleka, Youtuber Prank Sampah, Alasannya Ada di Dalam UU ITE

Baca juga; Kisah Suami Cium Sepatu Tim Gugus Tugas Minta Istri tak Dikuburkan di Pemakaman Khusus Covid-19

Zainuddin Dalila menambahkan bahwa MUI juga sudah menjelaskan salat menggunakan masker itu tetap sah.

"Kan itu diperdebatkan boleh ndak salat pakai masker. Nah sudah dipelajari oleh majelis ulama tetap sah kalau kita menutup hidung dan mulut," terangnya.

Lebih lanjut Ia sampaikan bahwa seusai salat, tidak diperkenakan untuk bersalaman antar sesama umat yang mejalani salat di masjid masing-masing wilayah.

Halaman
12
Penulis: Risnawati
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved