Breaking News:

Berita DPRD Kalimantan Timur

Wujudkan KLA, Andi Faisyal: Ada Lubang Bekas Tambang, Minimalisir Dulu Ancaman Terhadap Anak

Politisi Demokrat ini mencontohkan, ancaman terhadap anak misalnya kolam bekas penambangan batubara tidak direklamasi

HUMAS DPRD KALTIM
Andi Faisyal Assegaf, anggota DPRD Kaltim 

SAMARINDA - Terpenuhinya hak-hak anak harus dipenuhi sebagaimana hak asasi manusia yang wajib dijamin, hal itu pun telah diatur dalam Undang-Undang.

Hal ini juga berkaitan dengan upaya mencapai Kota Layak Anak (KLA). Oleh sebab itu Anggota DPRD Kaltim, Andi Faisyal Assegaf, mendukung berbagai upaya pembangunan yang berbasis anak agar ancaman terhadap anak dapat diminimalisir.

"Termasuk penguatan instrumen hukum di setiap program-program kerja yang dilaksanakan pemerintah disertai pengawasan yang tegas. Untuk mewujudkan KLA maka indikator tercapainya harus dipenuhi secara tersistem. Diperlukan koordinasi tak hanya di daerah saja, keterlibatan pemerintah pusat juga akan menguatkan," kata Andi Faisyal.

Politisi Demokrat ini mencontohkan, ancaman terhadap anak misalnya kolam bekas penambangan batubara tidak direklamasi dan tidak mendapat pengamanan lingkungan dari perusahaan, sehingga mengakibatkan korban anak tenggelam di lubang kolam tersebut.

Andi menyebut, hal ini masih menjadi perhatian tersendiri di Kalimantan Timur.

"Untuk itu perlu penanganan serius terhadap ancaman-ancaman, tak hanya masalah lubang tambang, namun banyak ancaman lain terhadap anak termasuk masalah narkoba hingga masalah sosial lain. Sehingga pendidikan karakter juga menjadi salah satu solusi mencegahnya," ungkap Andi.

Untuk itu, ia juga mengharap agar para orang tua memiliki pemahaman yang baik dalam pola asuh. Di sini pemerintah bisa berperan dalam memberikan pengarahan dan penyuluhan serta bimbingan, sehingga segala kegiatan yang menjamin dan melindungi hak-hak anak diperlukan agar mereka tumbuh, berkembang, berpartisipasi secara optimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan.

"Anak juga bisa menjadi objek yang rawan untuk dieksploitasi dan menyebabkan pelanggaran hak-hak anak, ini harus diantisipasi," tambahnya.(advertorial/hms5)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved