Profesi Dihina, Nyawa Pemulung di Kota Balikpapan Ini Melayang Ditebas Parang 22 Kali oleh Dua ABH

Berani menghina profesi orang lain nyawa jadi taruhannya. Itu dialami seorang pemulung di Balikpapan yang diketahui bernama Sabari alias Memet

TRIBUNKALTIM.CO, ZAINUL
Dua ABH tersangka pembunuhan seorang pemulung saat rilis di Mapolsek Balikpapan Utara. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Berani menghina profesi orang lain nyawa jadi taruhannya. Itu dialami seorang pemulung di Balikpapan yang diketahui bernama Sabari alias Memet (48) warga yang tinggal di kawasan Balikpapan Utara.

Memet menjadi korban pembunuhan oleh dua anak berurusan hukum ( ABH ) di kota Balikpapan berinisial SH (17) dan MD (15).

Menurut pengakuan kedua tersangka, korban kerap kali mengeluarkan kata-kata yang dianggap dapat menyinggung perasaan kedua tersangka.

Salah satu perkataan korban membuat kedua tersangka merasa tersinggung adalah perkataan yang menyinggung pekerjaan kedua tersangka sebagai kuli bangunan.

"Kita kesal soalnya dia ( korban ) selalu bilang ngapain kamu jadi kuli bangunan mending kamu ikut saya saja kita mulung hasilnya lebih banyak," ujar MD menirukan perkataan korban

Menurut tersangka MD, perkataan tersebut sering kali diulang-ulang oleh korban. "Itu sering diulang setiap kali kita pulang kerja," lanjutnya.

Baca juga; Ramalan Zodiak Cinta Jumat 5 Juni 2020, Cancer Harus Kendalikan Emosi, Asmara Virgo Hadapi Konflik

Baca juga; Bareng Tito Karnavian, Mahfud MD Beber Kunci 100 Persen Pasien Covid-19 di RSKI Pulau Galang Sembuh

Baca juga; Sudah Diklarifikasi Anak Buah Khofifah Bukan Zona Hitam, Tapi Merah Tua, Anggota Risma Pilih Begini

Kedua tersangka akhirnya memutuskan pindah tempat tinggal dan terpisah dari korban.

Halaman
12
Penulis: Zainul
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved