Breaking News:

Berita Pemkab Berau

Pantau Pasar Tradisional, Wabup Agus Tamtomo Wajibkan Pedagang dan Pembeli Pakai Masker

Bahkan Agus Tantomo berkeliling area pasar subuh yang buka lebih awal dan telah menerapkan berjarak antar pedagang guna mengurai pembeli.

HUMASKAB BERAU
DIPERKETAT - Wakil Bupati Berau Agus Tantomo didampingi Kepala Diskoprindag Wiyati, Jumat (5/6) meminta seorang pedagang di Pasar Sanggam Adji Dillayas Tanjung Redeb untuk menggunakan masker, Jumat (6/6/2020). Pemkab Berau memperketat pengawasan penerapan standar protokol kesehatan Covid-19 antara lain dengan mewajibkan kepada semua pedagang dan pembeli di pasar tradisional ini untuk menggunakan masker. 

TANJUNG REDEB - Penerapan protokol Pencegahan Covid-19 di Pasar Sanggam Adji Dillayas kini diperketat. Seluruh pedagang maupun pembeli diwajibkan mengenakan masker.

Petugas dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Pasar, didukung Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Berau, melakukan pengawasan langsung di lapangan.

Sarana pendukung pencegahan covid-19 juga disediakan di komplek pasar induk tersebar di Bumi Batiwakkal, mulai sarana cuci tangan hingga chamber sterilizer.

Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo, didampingi Kepala Diskoprindag, Wiyati, Jumat (5/6), turun langsung memantau pelaksanaan penerapan protocol covid-19 di pasar yang pernah meraih pasar tradisional terbaik tingkat nasional ini. Wabup mengecek ketersediaan fasilitas hingga sistem pengawasan yang dilakukan.

Bahkan Wabup Agus Tantomo berkeliling area pasar subuh yang buka lebih awal dan telah menerapkan berjarak antar pedagang guna mengurai pembeli.

Wabup mengingatkan kepada pedagang maupun pembeli untuk selalu mengenakan masker. Bahkan wabup memberikan masker secara gratis kepada mereka yang tidak membawa masker saat itu.

Penerapan protocol kesehatan ini ditegaskan Wabup sangat penting, untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran virus corona di Bumi Batiwakkal. Pasalnya tidak pernah ada yang tahu siapa yang sudah terpapar covid-19, sehingga harus sama sama saling menjaga diri agar terhindari dari virus corona ini. Termasuk bagi masyarakat yang beraktivitas dipasar.

Sebelumnya dikatakan Agus Tantomo, telah digelar pertemuan bersama pengelola pasar maupun perwakilan pedagang dalam penerapan protocol kesehatan ini.

“Normalnya setiap yang masuk harus melalui chamber sterilizer disinfektan, cek suhu tubuh dan wajib pakai masker. Hanya saja saat pertama dicoba terjadi antrian panjang. Sehingga kita ubah sistemnya, semua yang masuk wajib pakai masker nanti didalam akan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh secara acak oleh petugas, sementara ini itu yang kita lakukan,” jelasnya.

Pasar ditegaskan Agus Tantomo adalah salah satu daerah yang wajib pakai masker. Sehingga siapa pun yang beraktivitas dipasar wajib mengenakan masker dan tentu aka nada tindakan dari petugas bagi siapa yang tidak mengenakan masker. Termasuk tidak memberikan ijin untuk masuk ke pasar.

“Jadi ini daerah wajib memakai masker, kita berharap masyarakat mematuhi ini,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Diskoprindag, Wiyati, melalui Kepala UPT pengelola Pasar Salehudin, menjelaskan pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang maupun kepada pembelia. Pengumuman sosialisasi juga sudah dilakukan disetiap pintu masuk ke pasar. Termasuk penyediaan sarana pencegahan covid-19, mulai cuci tangan hingga sterilizer.

“Jadi kita sudah lakukan sosialisasi sebelumnya dan sesuai hasil rapat kita akan tegas dalam penerapan protocol covid-19 ini,” tandasnya.(advertorial)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved