Breaking News:

Berita Pemkab Mahakam Ulu

Pemkab Mahulu Gelar Rapid Test Massal: Bupati, Wabup hingga Sekda Mahulu Turut Diperiksa

Pada Selasa (2/6/2020), rapid test perdana diperuntukan bagi pejabat publik baik itu bupati, wakil bupati,

HUMASKAB MAHULU
RAPID TES – Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh SH diambil darahnya saat dilakukan rapid test dalam rangka new normal baru di wilayah kabupaten tersebut, Selasa(2/6/2020). 

UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu melalui Tim Gerak Cepat (TGC) di bawah naungan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease (Covid -19) Kabupaten Mahulu, melaksanakan rapid test massal bertahap untuk pencegahan dan penanganan Covid – 19.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI tertanggal 10 Mei 2020 dan surat dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Nomor 443.33/3006/P2P/V/2020 tanggal 18 Mei 2020 tentang Skrining Massal Covid - 19 dalam rangka New Normal Baru.

Pada Selasa (2/6/2020), rapid test perdana diperuntukan bagi pejabat publik baik itu bupati, wakil bupati, pimpinan dan anggota DPRD serta pejabat di lingkungan Pemkab Mahulu.

Bertempat di kediaman Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh,SH bersama Ketua TP PKK Kabupaten Yovita Bulan Bonifasius, menjalani Rapid Test Covid 19 perdana.

Diikuti rapid test oleh Wabup Drs Y. Juan Jenau, Pj Sekretaris Daerah Dr. Stephanus Madang, kemudian pimpinan dan anggota DPRD Mahulu, asisten, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Badan, Kantor dan ASN/TNP di lingkungan Pemkab Mahulu dilaksanakan di Rumah Sakit Gerbang Sehat Mahulu (GSM).

RAPID TES – Wakil Bupati Mahulu  Drs Y Juan Jenau diambil darahnya saat dilakukan rapid test dalam rangka new normal baru di wilayah kabupaten tersebut, Selasa (2/6/2020).
RAPID TES – Wakil Bupati Mahulu Drs Y Juan Jenau diambil darahnya saat dilakukan rapid test dalam rangka new normal baru di wilayah kabupaten tersebut, Selasa (2/6/2020). (HUMASKAB MAHULU)
RAPID TES – Wakil Bupati Mahulu Pj Sekda Mahulu Dr. Stephanus Madang diambil darahnya saat dilakukan rapid test dalam rangka new normal baru di wilayah kabupaten tersebut, Selasa (2/6/2020).
RAPID TES – Wakil Bupati Mahulu Pj Sekda Mahulu Dr. Stephanus Madang diambil darahnya saat dilakukan rapid test dalam rangka new normal baru di wilayah kabupaten tersebut, Selasa (2/6/2020). (HUMASKAB MAHULU)

Bupati Bonifasius mengatakan, rapid test massal Covid-19 merupakan salah satu langkah awal Pemkab Mahulu dalam mempersiapkan new normal atau tatanan kenormalan baru.

“New normal dapat diterapkan, tapi dengan aturan kesehatan yang kuat. Kemudian pengawasan dan pelaksanaannya jangan sampai kecolongan, supaya Mahulu tetap dalam zona hijau. Tujuannya untuk menyelamatkan jiwa orang banyak,”kata Bupati.

Ditambahkan Bupati Bonifasius, meskipun nantinya Mahulu menerapkan new normal seperti membuka kembali tempat ibadah gereja maupun masjid, harus tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Di antaranya jarak diatur sesuai kapasitas ruangan dan aturan kesehatan, juga sebelum masuk harus periksa suhu tubuh.
Bupati Bonifasius berharap seluruh hasil rapid test Covid - 19 di Mahakam Ulu negatif.

“Seminggu setelah menerapkan new normal, kita harus melakukan rapid test massal lagi. Demikian juga acara rapat yang dilakukan oleh pemerintah atau masyarakat harus mendapat izin dari TGT,”harap Bupati.

Sejalan dengan itu, disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Drg. Agustinus Teguh Santoso,M.Adm,Kes melalui Plt Kepala RS Pratama GSM dr. Angela Permera Tubuq, tujuan rapid test sebagai pemeriksaan imunoglobulin sebagai skiring awal uji Covid - 19 menggunakan spesimen darah.

“Ini langkah awal pemeriksaan. Jika ada yang hasilnya reaktif berarti nanti akan menuju pemeriksaan selanjutnya, yang bersangkutan kami harapkan karantina mandiri di rumah kurang lebih 14 hari. Nanti kalau sudah dilakukan uji Swab dan dikonfirmasi positif Covid - 19 baru kami melakukan penanganan selanjutnya. Jadi kalau seandainya reaktif, harus dilakukan pemeriksaan uji Swab. Kami harapkan Mahulu tetap 0 kasus Covid - 19,” tambah dr. Ella. (adv/hms11/td)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved