Breaking News:

Balai Gakkum LHK Kaltim Tangkap Pelaku Penjualan Burung Rangkong, Konsumen Terbanyak dari China

Balai Gakkum LHK Kalimantan Timur (Kaltim) bersama polisi Kehutanan BKSDA Kaltim berhasil menangkap pelaku penjualan

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HP
GAGAL DIJUAL - Satwa dilindungi jenis rangkong enggang atau Julang Jambul Hitam  (Rhabdotorminus Corugatus) berjumlah 5 ekor dan 1 ekor burung elang ikan kepala kelabu (ichtyophaga ichthyaetus) hendak dijual secara online diamankan  dari rumah S di Jalan Ulin Gang 7 Blok B No 23 RT 24 Kelurahan Karang Anyar dikembalikan ke Balai Pengamananan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Kalimantan  

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Balai Gakkum LHK Kalimantan Timur (Kaltim) bersama polisi Kehutanan BKSDA Kaltim berhasil menangkap pelaku penjualan satwa rangka jenis Burung Rangkong, Rabu (10/6/2020).

Balai Gakkum LHK Kaltim berhasil mengamankan lima ekor Burung Rangkong dan satu ekor elang julang jambul hitam.

Dari penuturan Kepala Gakkum LHK Kaltim Subhan mengatakan tersangka berinisial S ini mendapatkan Burung Rangkong berasal dari wilayah Kabupaten Kutai Timur. Sementara burung elang didapat di wilayah Kalimantan Selatan.

Dari penuturannya, Burung Rangkong didapatkan dari masyarakat di sekitar tersebut. Kemudian tersangka membeli burung tersebut senilai Rp 750 ribu.

Baca Juga: Cara Atasi Trauma Hilangkan Rasa Sedih ala Psikolog, Berangkat dari Curhatan Wanita Gagal Menikah

Baca Juga: Balikpapan Jadi Pintu Keluar Masuk Orang, Dibebani Kasus Impor covid-19 dari Jawa dan Sulawesi

"Kemudian tersangka jual dengan harga Rp 1 juta saat ini tiga ekor sudah terjual," ucap Subhan. Diduga penjualan burung itu tidak hanya dijual di wilayah Kaltim saja.

Bahkan harga burung tersebut akan naik jika sampai terjual ke luar negeri. "Pasar yang banyak mencari dari China,", ucapnya.

Saat ini pihaknya menyelidiki apakah tersangka ini merupakan bagian dari sindikat perdagangan hewan. "Penyidik masih mengembangkan Kasus ini untuk mengungkap keterlibafan pihak-pihak lain yang mendukung perdagangan satwa dilindungi tersebut," ujarnya.

Berita sebelumnya Tim SPORC Brigade Enggang Balai Gakkum LHK Kalimantan bersama Polisi Kehutanan Balai KSDA Kalimantan Timur (Kaltim) didukung Satreskrim Polresta Samarinda mengungkap penangkapan perdagangan online satwa dilindungi, Rabu (10/6/2020).

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved