Breaking News:

Virus Corona

Polisi Anak Buah Idham Azis Tegas, Pelaku Ambil Paksa Jenazah Covid-19 Bisa Penjara Seumur Hidup

Terbit Telegram Kapolri, polisi anak buah Idham Azis tegas, pelaku ambil paksa jenazah covid-19 di Makassar bisa terancam hukuman penjara seumur hidup

Kolase TribunKaltim.co / Kompas.com dan istimewa
Polisi Anak Buah Idham Azis tegas, pelaku ambil paksa jenazah covid-19 terancam penjara seumur hidup. 

TRIBUNKALTIM.CO - Setelah terbit Telegram Kapolri, polisi anak buah Idham Azis tegas, pelaku ambil paksa jenazah covid-19 di Makassar bisa terancam hukuman penjara seumur hidup.

Demi meredam marakanya kasus pengambilan paksa jenazah covid-19 dari rumah sakit, Kapolri Idham Azis telah menerbitkan Telegram.

Dalam Telegram terbaru Idham Azis, mengatur tentang prosedur pengambilan jenazah covid-19 atau Virus Corona dari rumah sakit

Telegram tersebut merupakan buntut dari maraknya pengambilan paksa jenazah PDP Virus Corona di Makassar hingga membuat polisi kewalahan.

Kejadian tersebut beberapa kali terjadi di Makassar, kemudian juga terjadi di Bekasi, dan Surabaya dalam satu pekan terakhir.

Telegram Kapolri Soal Pengambilan Jenazah PDP Covid-19, Anak Buah Surya Paloh Dukung Idham Azis

Hasil Rapid Test, 5 dari 31 Pelaku Pengambilan Paksa Jenazah PDP di Makassar Reaktif

Massa Anarkis Pukul Ambulans dan Dorong Petugas, Ini Kronologi Keluarga Bawa Jenazah Pasien Covid-19

Telegram Mengejutkan Kapolri, Idham Azis Bolehkan Keluarga Ambil Jenazah PDP Covid-19, Ini Syaratnya

Tak main-main, ancaman hukuman bagi pelaku yang nekat mengambil paksa jenazah PDP Virus Corona dari rumah sakit.

Menurut anak buah Idham Azis, pelaku bisa terancam hukuman penjara seumur hidup.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhi Wibisono menegaskan apabila massa yang menjemput jenazah membawa senjata tajam, mereka dapat terancam hukuman seumur hidup.

Dikutip dari acara KABAR PAGI, Rabu (10/6/2020), Yudhi mengatakan oknum yang melakukan tindakan membahayakan bagi orang lain dapat terancam hukuman seumur hidup.

"Seandainya membawa senjata tajam, hukumannya seumur hidup karena adalah Undang-Undang Darurat nomor 51," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved