Breaking News:

Sosok Ini Menguat Dampingi Neni Moerniaeni di Pilkada Bontang, Tunggu SK DPP Golkar Turun Awal Juli

Calon petahana satu ini masih jomblo alias belum menentukan pasangan di Pilkada Bontang 2020. Dia adalah Neni Moerniani, Ketua DPD Golkar Bontang ya

TRIBUNKALTIM.CO/M FACHRI RAMADHANI
Ketua Harian Golkar Bontang, M Arham saat ditemui di Kantor DPD Golkar Bontang menyebutkan, SK DPP Golkar kemungkinan besar bakal turun awal Juli mendatang. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG- Petahana satu ini masih jomblo alias belum menentukan pasangan di Pilkada Bontang 2020.

Dia adalah Neni Moerniani, Ketua DPD Golkar Bontang yang saat ini masih menjabat sebagai Walikota Bontang.

Berbeda dengan rival lamanya, Adi Darma yang telah memiliki pasangan jauh-jauh hari.

Basri Rase, Wakil Walikota Bontang yang tak lain partner sah Neni Moerniaeni memimpin pemerintahan Bontang hingga saat ini.

Golkar yang bisa langsung mengusung pasangan calon tanpa berkoalisi di Pilkada Bontang, belum menentukan keputusan politik terkait pasangan yang diusung.

Baca juga: Di Twitter, Fadjroel Rachman Bongkar Pemakaian Listrik Rumah Fadli Zon, Anggota Prabowo Protes PLN

Baca juga: Jumlah Kasus Corona Catat Rekor Baru, Jokowi Kirim Peringatan, Anies Baswedan Sebut Bukan Lonjakan

Siapa sosok yang bakal mendampingi Neni Moerniaeni di Pilkada Bontang? Ketua Harian Golkar Bontang, Arham menyebut SK DPP Golkar kemungkinan besar bakal turun awal Juli mendatang.

"Awal Juli sudah selesai, maksudnya SK sudah turun," katanya, Kamis (11/6/2020).

Ahram menambahkan, Ketua DPD Golkar Bontang telah mendapat surat tugas dari DPP sebelum pandemi Virus Corona ( covid-19 ).

Salah satu poinnya, selain mengangkat elektabilitas dan popularitas calon yang diusung, juga mencari pasangan yang ideal untuk berlaga di kontestasi Pilkada 2020.

"Bunda (Neni) dapat surat tugas, ada penugasan DPP sebelum pandemi covid-19. Salah satu isinya untuk mengangkat elektabilitas dan popularitas. Poin terakhir mencari pasangan yang ideal. Artinya kewenangan itu ada sama beliau. Kira-kira dipersentasikan 90 persen," ujarnya.

Disinggung nama Joni Muslim, Ketua DPD Nasdem Bontang yang belakangan ini menunjukkan akselerasi politiknya, dengan berani mengumbar bakal berpasangan dengan Neni Moerniaeni.

Arham tak bisa menampik sosok Joni Muslim.

Baca juga: Bukan Cuma Rizal Ramli, Luhut akan Ladeni Debat Dosen Universitas Indonesia, Sri Mulyani Dibawa-bawa

Baca juga: China Tolak Klaim Penelitian Harvard Terkait Awal Mula Virus Corona di Wuhan, Sebut Temuan Konyol

Baca juga: Harus Diterapkan di Tengah Pandemi Virus Corona, Ini Gaya Hidup Sehat, Bisa Memasak Makanan di Rumah

"Nama yang menguat Joni. Dari seluruh yang berkompetisi kemarin, dia yang berani tampil. Risiko semua ada. Politik itu harus kerja keras. Kalau maju mundur itu setengah-setengah namanya," ucapnya.

Ditanya apakah pihaknya sudah merencanakan deklarasi pasangan, Arham berkata hal itu belum bisa dilakukan selama SK DPP Golkar belum turun ke Bontang.

"Tunggu SK dulu. Kaltim ini ada 9 pilkada. Barang itu masih di DPD provinsi. Di DPP tak ada nama, artinya sekarang persoalan selera," ucapnya.

"Ini persolaan perintah, bukan sepakat atau tidak sepakat. DPP bunyinya begitu, tak ada pilihan. Mesin partai bergerak," jawabnya saat ditanya bagaimana pendapat pengurus partai terkait calon pendamping Neni Moerniaeni. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved