Breaking News:

Bioprospeksi dalam Budidaya Rumput Laut di Kaltim

KALIMANTAN Timur merupakan provinsi besar yang berluaskan 127.267,52 km2, menjadikannya sebagai provinsi terluas di Indonesia setelah Papua dan Kalima

Editor: Tohir
kompas.com
Rumput laut 

Perlunya tenaga kerja yang mengerti di bidang ini dapat dijadikan solusi untuk meningkatkan hasil produksi agar semua pihak dapat merasakan manfaatnya. Walaupun adanya situasi tidak terkendali seperti adanya pandemi virus Corona, sebaiknya tidak memutuskan minat berwajib untuk menanggulangi permasalahan ini.

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas dan harga jual produk rumput laut adalah dengan menerapkan budidaya rumput laut dilanjutkan dengan metode teknologi pasca panen.

Teknik budidaya rumput laut antara lain sistem longline, sistem rakit. Sistem budidaya longline dapat dibayangkan dengan membuat seperti tempat jemuran namun di dalam perairan dan dibuat memanjang dan diletakkan rumput laut di setiap 25 cmnya.

Sedangkan sistem rakit hampir sama dengan longline, tetapi sistem ini lebih menghemat tempat karena dibuat seperti meningkat. Kemudian, teknologi pasca panen diartikan sebagai suatu proses pengolahan hasil panen untuk memperpanjang masa simpan bahan pangan.

Dari definisi tersebut, bisa diartikan bahwa teknologi pasca panen produk rumput laut memanfaatkan hasil panen rumput laut menjadi bahan pangan yang dioptimalkan pengolahannya agar memiliki rentan waktu penggunaan yang lebih lama. Hal ini penting adanya karena dapat menjadi faktor peningkatan ekonomi suatu wilayah dan menjadi sumber makanan maupun lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kalimantan Timur.

Dari teknologi ini juga dapat menghasilkan produk baru bahkan kegunaan lainnya dari sebuah panen tersebut yang selama ini belum dikembangkan pemanfaatannya. Padahal produk rumput laut dapat mendukung hal-hal tersebut dikarenakan spesies yang berasal dari laut biasanya lebih tinggi kandungan gizi di dalamnya dan rentan terpapar bahan-bahan berbahaya (contoh: di daratan, ayam disuntik agar cepat membesar).

Pemanfaatan rumput laut sangat baik diselenggarakan karena lebih sedikit menimbulkan penyakit dan kelimpahannya sangat bisa dimanfaatkan menjadi produk atau bahan makanan utama wilayah Kalimantan Timur atau bahkan sebagai pemasok rumput laut nasional. Kandungan protein dari rumput laut lebih banyak 21 kali daripada susu.

Hal ini sangat menguntungkan bagi seseorang yang tidak dapat mengonsumsi protein hewani. Hebatnya, rumput laut dapat mengatasi alergi, mencegah anemia, kanker, dan keropos tulang. Jangan salah, penyakit-penyakit yang sudah disebutkan di atas dapat dimiliki oleh segala kalangan di zaman sekarang.

Salah satu penyebabnya adalah kelebihan mengonsumsi produk hewani dan pola hidup yang kurang dijaga.

Lalu, bagaimana rumput laut apabila dimanfaatkan dengan benar? Perlunya beberapa tahapan dalam pengerjaannya. Pertama, melakukan pemilihan lokasi budidaya rumput laut. Beberapa kriteria yang dapat dipertimbangkan adalah memilih perairan yang cukup tenang, terlindung dari pengaruh angin dan ombak, kedalaman tidak boleh kurang dari dua kaki (sekitar 60 cm) pada saat surut terendah dan tidak lebih dari tujuh kaki (sekitar 210 cm) pada saat pasang tertinggi.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved