UDD PMI Paser Membangun Data Pendonor Darah, Perusahaan Tak Lagi Fasilitasi Karyawan
Sejak pandemi Covid-19, pendonor darah di Kabupaten Paser menurut Kepala UDD PMI Paser Sumarlin, Senin (15/6/2020), jauh berkurang
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Sejak pandemi Covid-19, pendonor darah di Kabupaten Paser menurut Kepala UDD PMI Paser Sumarlin, Senin (15/6/2020), jauh berkurang dan menyebabkan UDD sering keterbatasan persediaan darah.
“Sebelum virus corona mewabah, kita masih bisa ke perusahaan-perusahaan yang menggelar bakti sosial donor darah. Itu sudah dijadwalkan secara rutin oleh perusahaan-perusahaan, pulangnya kita bawa puluhan bahkan ratusan kantong darah dari karyawan perusahaan,” kata Sumarlin.
Setelah pandemi Covid-19, perusahaan-perusahaan tidak lagi memfasilitasi bakti sosial donor darah karyawannya, praktis UDD PMI Paser hanya melayani pendonor yang datang ke UDD, terkadang dari sejumlah relawan hanya beberapa yang bisa mendonorkan darahnya.
“Kita juga harus melihat kondisi kesehatan calon pendonor darah, apakah tekanan darah dan Hb-nya, kalau semua normal baru bisa kita ambil darahnya. Dan kita juga banyak terbantu media sosial, yang membagikan informasi tentang pasien-pasien yang membutuhkan darah,” ucapnya.
Baca juga; Wali Kota Risma Pingsan Saat Rapat Terkait Corona, Bagitu Siuman Langsung Kerja Kembali
Baca juga; New Normal Bergulir, Sektor Pendidikan jadi Paling Terakhir Dibuka, Begini Alasannya
Bagi masyarakat yang jiwa sosialnya tinggi dan kebetulan membaca informasi tersebut, lanjut Sumarlin, tentunya akan menuju UDD untuk mendonorkan darahnya. Namun tak semua yang sempat mengikuti informasi itu, sehingga UDD PMI Paser pun membangun data pendonor darah.
“Itu sudah kita lakukan, yang dulu pernah mendonorkan darahnya kita input kembali datanya, begitu pula pendonor-pendonor baru di acara donor darah memperingati Hari Donor Darah Sedunia kemarin. Nantinya hanya dengan mengetik 14 Juni, sudah tersaji data mereka yang mendonorkan darahnya di tanggal tersebut,” jelasnya.
Baca juga; Nasib Subur Sembiring Usai Tanya Legalitas Kepemimpinan AHY, Keterangannya Bahkan Tak Perlu Didengar
Baca juga; Bukan Dipecat, 2 PNS yang Kedapatan Pingsan Tanpa Busana di Mobil Dapat Hukuman Berat dari Bupati
Karena data pendonor lengkap dengan nomor ponselnya, enam bulan berikutnya UDD PMI Paser bisa mengirim notifikasi ke kontak pendonor bahwa sudah waktunya mendonorkan darahnya. Tinggal bagaimana pendonor yang menyikapinya, jika berada di luar daerah, maka dia bisa mendonorkan darahnya di daerah tersebut.
“Meski dia mendonorkan darahnya di luar daerah, kita bisa mengetahuinya dari sini karena datanya sebagai pendonor darah masuk ke Sistem Informasi Manajemen Donor Darah (Simdondar), dari aplikasi PMI pusat ini kita juga bisa melihat sudah berapa kali dia mendonorkan darahnya,” ungkapnya.
Dengan terbangunnya data pendonor darah ini, Sumarlin berharap tidak ada lagi pasien atau keluarga pasien yang kesulitan mencari pendonor darah, karena kelestrian persediaan darah di UDD PMI Paser berjalan dengan baik. “Harapan kedepan kita begitu, tidak ada lagi pasien atau keluarga pasien yang kesulitan pendonor darah,” tambahnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/baksos-pmi.jpg)