Breaking News:

Ancaman Globalisasi Terhadap Nasionalisme Bangsa

GLOBALISASI merupakan sebuah proses dimana batas-batas dalam suatu negara memudar atau menjadi bertambah sempit, karena adanya kemudahan dalam berintr

ist
Ancaman Globalisasi Terhadap Nasionalisme Bangsa 

GLOBALISASI merupakan sebuah proses dimana batas-batas dalam suatu negara memudar atau menjadi bertambah sempit, karena adanya kemudahan dalam berintraksi antar negara baik dalam bentuk perdagangan, informasi, budaya, ilmu pengetahuan maupun dalam bentuk interaksi yang lain.

Menurut Anthony Giddens (1991) globalisasi sebagai intensifikasi hubungan sosial dunia yang menghubungkan tempat-tempat jauh sehingga peristiwa disuatu tempat dapat dipengaruhi oleh peristiwa yang terjadi ditempat lain.

Dalam konteks hari ini terlihat bagaimana pandemi Covid-19 yang berasal dari China dengan cepat menyebar keseluruh penjuru dunia. Selain itu, berbagai bentuk kebijakan yang dilakukan oleh suatu negara dengan cepat ditiru oleh negara-negara yang lainnya. Namun secara tidak langsung hal ini telah menjadi ancaman besar bagi nasionalisme bangsa, yang mana kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh negara yang satu belum tentu cocok untuk negara yang lain.

Malahan acapkali kebijakan tersebut mengganggu nasionalisme bangsa.
Kohn mendefinisikan nasionalisme sebagai bentuk kesadaran dalam berfikir dan bertindak (state of mind an act of consciousness). Nasionalisme menurut Kohn, harus dilihat sebagai suatu history of idea yang menempatkan ide, pikiran, motif dan kesadaran dalam sebuah keterkaitan dengan lingkungan yang nyata dari sebuah situasi sosial-historis.

Nasionalisme bisa dipandang dari dua sisi, yaitu di satu sisi sebagai sebuah gagasan dan di sisi lain sebagai sebuah kebijakan. Pada sisi gagasan, nasionalisme dipandang sebagai perwujudan kesadaran nasional dari anggota-anggota suatu bangsa.

Dalam hal ini dapat kita lihat sebagaimana adanya rasa kesatuan dan persatuan serta budaya gotong-royong yang telah melekat dalam diri masyarakat Indonesia, ini merupakan bentuk perwujudan kesadaran nasional. Akan tetapi saat ini, rasa kesatuan dan persatuan serta budaya gotong -royong dalam masyarakat Indonesia telah usang, disebabkan pengaruh globalisasi yang menjadikan masyarakat cenderung bersifat individualisme.

Terlebih lagi setelah diberlakukan beberapa kebijakan pada masa pandemi ini membuat individu semakin tidak perduli dengan sesamanya. Selain itu pudarnya persatuan dan kesatuan dalam masyarakat Indonesia terlihat jelas pada masa pandemi hari ini. Yang mana antar pihak satu dengan yang lainnya saling berselisih paham tentang bagaimana menangani pandemi Covid-19.

Banyak pihak terutama dari masyarakat tidak mengindahkan kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah. Hal ini tidak lain dikarenakan kemudahan yang dihadirkan oleh globalisasi sehingga setiap orang dapat melihat cara/penanganan yang dilakukan oleh negara-negara lain sehingga mengabaikan kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah sendiri.

Ada pun pada sisi kebijakan, nasionalisme dipahami sebagai sebuah strategi politik. Sebagai contoh ideologi Pancasila yang menjadi pedoman dan tujuan dari bangsa Indonesia. Yang dibentuk berdasarkan karakteristik dan historisasi bangsa Indonesia melalui keberagaman budaya, suku, agama yang kemudian dirumuskan menjadi satu dalam ideologi Pancasila.

Dalam konteks ini seringkali kebijakan yang dibuat tidak berangkat dari prinsip atau nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Jika dapat berspekulasi dalam kebijakan New Normal yang mana kebijakan ini bukanlah berasal dari gagasan/ide yang alamiah muncul dari pemikir bangsa melainkan peniruan dari kebijakan yang telah diterapkan oleh negara yang lain dalam hal ini Jepang.

Halaman
12
Tags
Opini
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved