Breaking News:

Berita DPRD Kalimantan Timur

Perekonomian Kaltim Menurun, Dewan Berharap Daerah Tidak Terus Tergantung Sektor Tambang

Turut hadir dalam RDP seluruh Anggota Komisi II DPRD Kaltim. Sementara dari BI yakni Kepala BI Perwakilan Kaltim Tutuk SH Cahyono

HUMAS DPRD KALTIM
Ketua Komisi II DPRD Kaltim Veridiana Huraq Wang 

SAMARINDA- Guna mengetahui kondisi perkembangan ekonomi di Kaltim saat pandemi, Komisi II DPRD Kaltim melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltim dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim.

Turut hadir dalam RDP seluruh Anggota Komisi II DPRD Kaltim. Sementara dari BI yakni Kepala BI Perwakilan Kaltim Tutuk SH Cahyono beserta jajarannya, serta Kepala BPS Kaltim Anggoro Dwitjahyono bersama jajarannya.

Usai rapat, Ketua Komisi II DPRD Kaltim Veridiana HW menyampaikan, akibat covid-19 pertumbuhan ekonomi Kaltim mengalami penurunan drastis dibandingkan periode sebelumnya pada triwulan yang sama.

"Mengacu pada data BPS dan BI, perekonomian Kaltim hanya tumbuh 1,27 persen pada triwulan pertama tahun ini. Menurun drastis jika dibandingkan triwulan pertama tahun lalu yang mana pertumbuhan ekonomi Kaltim mencapai 4,90 persen," bebernya.

Menurutnya, kondisi pertumbuhan ekonomi di Kaltim sangat mengkhawatirkan. Untuk itu, Politisi PDI Perjuangan ini mendorong agar Pemprov Kaltim segera mengambil langkah-langkah strategis, terutama untuk mengantisipasi keadaan-keadaan terburuk seperti saat ini.

Senada dengan Veridiana, salah satu Anggota Komisi II DPRD Kaltim Nidya Sulistiono mengatakan, dari variabel yang disampaikan BPS, hanya ada satu sektor yang menopang ekonomi Kaltim sehingga masih positif yakni pertambangan.

"Ini ke depan harus kita cari sumber lain. Bahwa Kaltim ke depan tidak lagi tergantung pada sektor SDA saja. Kaltim harus mulai menggerakkan sektor unggulan lain sebagai sumber ekonomi yang baru seperti ekonomi kreatif dan sebagainya," beber Tio, sapaan akrabnya.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim Nidya Sulistiono
Anggota Komisi II DPRD Kaltim Nidya Sulistiono (HUMAS DPRD KALTIM)

Menurutnya, Kaltim masih mempunyai sektor unggulan yang potensial sebagai sumber PAD selain pertambangan. Seperti halnya di Jakarta, yang menjadikan bisnis dan pajak sebagai sektor unggulan untuk penggerak ekonominya.

"Artinya, masih banyak sumber potensial yang bisa dimanfaatkan Kaltim, dan kita harus mengubah mindset untuk tidak lagi berharap hanya pada sektor pertambangan saja, tapi potensi lain juga harus didorong," ujarnya.

Adapun data yang telah disampaikan BPS dan BI lanjut dia, akan menjadi bahan bagi DPRD Kaltim untuk mengkonversi dengan kebijakan-kebijakan dari pemerintah guna mempercepat pertumbuhan ekonomi pasca wabah covid-19.

"Harapan kami, perekonomian terus bergerak. Karena ketika ekonomi sedang tidak baik, tentu akan sangat berpengaruh pada penghasilan masyarakat. Sudah menjadi tugas kita bersama untuk memulihkan kembali ekonomi," tandasnya.(advertorial/hms6)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved