Breaking News:

Berita DPRD Kalimantan Timur

Atasi Perlambatan Ekonomi Kaltim, Dewan Minta Optimalisasi Pertanian dan Hilirisasi Industri

Karena itu, kebijakan pembangunan sektor pertanian harus ditingkatkan untuk memenuhi daya saing kebutuhan ekspor

HUMAS DPRD KALTIM
Bagus Susetyo, Anggota DPRD Kalimantan Timur 

SAMARINDA - Upaya mengatasi perlambatan ekonomi di tengah pandemi covid-19, pemerintah diminta memaksimalkan potensi pertanian dalam arti luas dan hilirisasi industri. Demikian disampaikan Anggota DPRD Kaltim, Bagus Susetyo, belum lama ini.

Menurut dia, sektor pertanian memiliki pengaruh dalam perekonomian nasional. Kondisi makro ekonomi nasional ke depan semakin penuh dengan tantangan. Karena itu, kebijakan pembangunan sektor pertanian harus ditingkatkan untuk memenuhi daya saing kebutuhan ekspor.

"Untuk mencapai hal tersebut, salah satu upaya dalam peningkatan nilai tambah produk adalah melalui kegiatan hilirisasi industri di sektor pertanian," ujarnya.

Pengembangan hilirisasi pertanian tidak saja ditujukan dalam rangka peningkatan jumlah pangan dan jenis produk pangan di pasar, tetapi juga untuk meningkatkan ekonomi pedesaan.

"Selama ini sudah banyak kegiatan hilirisasi yang berbasis pertanian, seperti perkebunan, pangan dan peternakan, tetapi bahan bakunya sebagian besar masih merupakan barang impor," sebutnya.

Kondisi tersebut kata Bagus, sapaan akrabnya, merupakan salah satu penyebab belum berkembangnya industri pertanian yang mampu menopang tenaga kerja produktif di pedesaan khususnya di Kaltim.

"Oleh karena itu, upaya revitalisasi kegiatan hilirisasi sistem komoditas pertanian untuk menumbuhkan industri pertanian yang mampu mendorong dan menggerakkan perekonomian di pedesaan sangat diperlukan," jelas Anggota Komisi II DPRD Kaltim ini.

Perlambatan ekonomi di Kaltim berdasarkan data dari BPS hanya menembus angka 1,27 persen. Selain dipengaruhi faktor wabah covid-19, juga disebabkan belum maksimalnya pengembangan sektor-sektor selain pertambangan dan industri pengolahan.

"Artinya, dengan wabah covid, kondisi perekonomian kita jadi tidak normal. Sementara, masih ada beberapa sektor yang bisa kita kembangkan sebagai alternatif pertumbuhan ekonomi di daerah, seperti pertanian, peternakan, hilirisasi industri dan lainnya," beber Bagus.

Pertumbuhan ekonomi di Kaltim lanjut dia, 80 persen masih didukung oleh pertambangan dan industri pengolahan.

"Tapi yang berkaitan dengan sektor lainnya, seperti pertanian, perdagangan itu masih sangat kecil. Padahal, sektor ini yang berdampak terhadap masyarakat," terangnya.

Untuk itu, yang harusnya menjadi poin atau fokus dari pemerintah dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, yakni dengan membantu UMKM untuk bisa bangkit.

"Sesuai dengan program pemerintah, ada restrukturisasi dan relaksasi bantuan. Berkaitan dengan kredit itu kan, bisa direlaksasi atau ditunda pembayaran bunganya. Sehingga mereka bisa berkembang lagi," ujarnya.

Paling penting kata Politisi Gerindra ini, pemerintah sudah tidak harus melangkah ke industri pertambangan dan industri pengolahan. "Kita harus berfikir, bagaimana mengembangkan pertanian dalam arti luas. Bagaimana kita bisa mengembangkan hilirisasi manufaktur," harapnya. (advertorial/hms6)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved