Breaking News:

Meski Jago Berkendara Bukan Berarti Bisa Ngebut di Jalan Raya, Hati-hati Kecelakaan Selalu Mengintai

Belum lama ini media sosial dikejutkan dengan kecelakaan yang melibatkan influencer asal Rusia Anastasia Tropitsel. Blogger cantik tersebut tewas

(Otomania/Setyo Adi)
Ilustrasi berkendara 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA -Banyak aspek yang harus dipahami dengan baik saat berkendaraa terutama  naik sepeda motor. Selain skill, komponen-komponen motor harus diketahui atau dipastikan berfungsi normal.

Selain itu meski sudah mahir berkendara di jalan raya, tidak harus ngebut. Hati-hati keceakaan selalu mengintai.

Belum lama ini media sosial dikejutkan dengan kecelakaan yang melibatkan influencer asal Rusia Anastasia Tropitsel. Blogger cantik tersebut tewas di Sunset Road Bali setelah sepeda motor Kawasaki Ninja 250 yang dikendarainya menabrak pagar di pinggir jalan.

Seperti ditulis Kompas.com, motor yang dikendarainya mulai goyah pada kecepatan tinggi hingga hilang kendali dan akhirnya bertabrakan dengan pagar di tepi jalan. Anastasia diketahui memang sudah lihai berkendara sebelum pindah dari skutik ke motor sport. 

Terkait hal ini, Training Director Safety Defensive Consultant, Sonny Susmana, mengatakan, “Keterampilan, pengetahuan akan kendaraan, pengetahuan tentang lingkungan, rambu, aturan, hingga perilaku yang aman merupakan aspek penting dalam berkendara,” ujar Sony saat dihubungi Kompas.com, Rabu (24/6/2020).

Baca juga; Suami dan Istri Kedua Bunuh Diri, karena Dipaksa Cerai, Ini Isi Surat untuk Keluarga: Puas Kalian?

Baca juga; Sebaiknya Menghidupkan atau Mematikan AC Mobil Saat Mobil Berhenti atau Kecepatan Rendah, Alasannya

Menurut Sony, saat berkendara tidak bisa hanya mengandalkan mahir saja, masih banyak yang harus dilengkapi. “Meski aspek tersebut sudah lengkap pun belum bisa menjamin pengemudi bisa selamat, namun bisa menghidari dan menekan risiko bahaya saat berkendara di jalan,” katanya.

Selain itu, Sony mengingatkan pengemudi motor harus mengikuti aturan atau rambu-rambu yang sudah dibuat di setiap jalan. “Misal, perumahan biasanya 20 km per jam (Kpj), Provinsi 60 Kpj. Kalau pun tidak ada sesuaikan kecepatan dengan akal sehat dan kondisi lingkungan,” ucapnya.

Baca juga; Mahasiswa di Kukar Menuntut agar Beasiswa Gerbang Raja Kembali Disalurkan

Baca juga; Orang Dekat John Kei Beber Hal Lain Rencana Pembunuhan Nus Kei, Ini Perintah Godfather Jakarta

Sony menegaskan, pengemudi motor untuk menggunakan riding gear lengkap dan helm full face sebagai penunjang keselamatan dalam berkendara. Serta jangan pernah mengemudi hanya mengandalkan satu aspek yaitu skill. “Sebab, jika mengandalkan satu aspek yaitu skill hanya untuk pembalap di sirkuit. Berbeda dengan jalan raya lebih banyak bahayanya,” tegasnya. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ingat, Jago Berkendara Bukan Berarti Bisa Ngebut di Jalan Raya"

Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved