Breaking News:

Virus Corona

BI Balikpapan Berdiskusi Cara UMKM Lakukan Strategi Marketing Baru di Tengah Pandemi Covid-19

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan mengadakan diskusi dan sharing session melalui video zoom yang melibatkan pelaku UMKM dan lembaga keuangan

TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI AMIR
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan gelar diskusi bersama UMKM dan lembaga keuangan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan mengadakan diskusi dan sharing session melalui video zoom yang melibatkan pelaku UMKM dan lembaga keuangan.

Pimpinan PT BRI Syariah Kantor Cabang Balikpapan Budi Wiryadinata menyebut tantangan yang dihadapi pelaku UMKM di masa pandemi covid-19 saat ini adalah 'Winner Takes All' atau hanya ada satu pemenang terbaik di pasar. Semakin banyak pekerjaan hilang karena perkembangan teknologi, dan munculnya pesaing baru yang tidak terduga.

Langkah yang perlu dilakukan pelaku UMKM adalah (i) mengatur cashflow usaha. Dari active selling atau penjualan aktif secara konvensional ke passive selling dengan penjualan online.

"Efisiensi biaya penting untuk kegiatan branding dan ekspansi usaha. Pelaku usaha juga butuh untuk melakukan penyesuaian stok barang untuk sektor perdagangan," ujar Budi.

Baca Juga: Tingkat Kepatuhan Sertakan Dokumen PCR di Balikpapan Masih 41 Persen, Waspadai Penumpang Pelabuhan 

Baca Juga: Bertahan Saat Pandemi Covid-19, Strategi Grand Tjokro Balikpapan Jual Kamar Sampai Mitigasi Finance

Langkah kedua (ii) adalah menerapkan protokol kesehatan, yakni menyediakan hand sanitizer dan menerapkan protokol kesehatan bagi pelaku usaha termasuk di rumah makan yang sudah mulai dibuka secara offline.

Ketiga (iii) inovasi dan diferensiasi produk. Pelaku usaha dituntut melakukan oleh masyarakat saat ini seperti masker, hand sanitizer, APD dan sebagainya.

"Langkah selanjutnya adalah melakukan strategi marketing baru dengan memaksimalkan penggunaan teknologi untuk melakukan penawaran secara online, salah satunya melalui media sosial seperti instagram, facebook, youtube dan sebagainya," terangnya.

UMKM penting untuk diselamatkan. Sebanyak 98 persen unit usaha di Indonesia adalah UMKM. Sebesar 64,2 juta atau 8 juta platform digital.

Baca Juga: Kementerian Agama Terbitkan Panduan Layanan Menikah di Situasi New Normal Covid-19

Baca Juga: Cara Atasi Trauma Hilangkan Rasa Sedih ala Psikolog, Berangkat dari Curhatan Wanita Gagal Menikah

Menyerap tenaga kerja nasional sebesar 117 juta atau 97 persen dari total tenaga kerja. Serta menjadi tulang punggung perekonomian nasional, kontribusi terhadap PDB 60 persen.

Selain itu, pelaku usaha disarankan untuk memanfaatkan layanan perbankan digital. Seperti melakukan transaksi keuangan melalui mobile banking seperti pembayaran dengan QRIS code, transfer, pembayaran listrik, pembelian pulsa, infaq, shadaqah dan lain sebagainya.

( TribunKaltim.co )

Penulis: Heriani AM
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved