Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Seli dan MTB Laris Manis diminati Goweser ditengah Pandemi Covid 19

Seiring dengan menanjaknya minat bersepeda atau gowes toko sepeda yang menjual kebagian berkah bahkan diantaranya ada yang ludes terjual.

Penulis: Nevrianto | Editor: Wahyu Triono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Demi menyehatkan tubuh ditengah Pandemi Covid 19, bersepeda jadi olahraga pilihan.

Sebab aktifitas bersepeda cenderung mandiri, jaga jarak, minim berdekatan.

Seiring dengan menanjaknya minat bersepeda atau gowes toko sepeda yang menjual kebagian berkah bahkan diantaranya ada yang ludes atau sepeda laris terjual.

Pemilik Toko Mitra Bike yang eksis sejak pertengahan 1990an di Kota Tepian, Chandra, Kamis (25/6/2020) mengungkapkan umumnya peminat bersepeda ramai otomoatis transaksi penjualan sepeda ramai.

"Semenjak pandemi Covid 19 di bulan Maret 2020 di Kota Samarindan banyak yang sadar kesehatan.Dari kaum remaja, laki laki maupun perempian  maupun  kalangan dewasa. Terbaru pembeli sepeda dan peminat olahraga berseepda telah sampai ke mak mak atau para ibu,"ungkap Chandra

Chandra terkesan dengan peningkatan penjualan sepeda mengalami signifikan tanpa ada acara maupun even gowes di tengah pandemi.

"Sejak bulan April sampai Mei banyak yang belanja sepeda.Bahkan saya ingat betul  pas bulan Ramadan pasaran penjualan sepeda meningkat sehari bisa menjual 10 sepeda ," tutur owner Mitra Bike di Jalan Pulau Kalimantan Kota Samarinda  menjual sepeda United, Patrol, Pacific , Atlantis.

Saat Pandemi menurut Chandra Pabrik sepeda baru buka tanggal 2 Mei dan mendistribusikan sepeda ke seluruh wilayah Indonesia bahkan Pabrik Sepeda di Indonesia mampu mengimpor sepeda." Ketika pabrik  sepeda buka begitu banyak permintaan sepeda.

Sebelum pandemi Covid 19 negara Australia  termasuk yang memborong borong sepeda buatan Indonesia seperti Polygon, Patrol, United dan lainnya.

Ditengah pandemi yang sedan tren meningkat sepeda lipat atau Folding Bike.

"Pilihan pembeli kalau sepeda lipat bisa dibawa kemana mana bahkan muda dibawa sampai keluar kota. Saya ini baru mau sepeda tapi agak sulit mencari atau membeli sepeda" Kata warga PerumTalangsari, Kelurahan Tanah Merah Samarinda Utara, Marjoni.

Berlanjut ke toko sepeda Karunia Jaya Semesta  ( KJS) di pertokoan Jalan Siradj Salman Kecamatan Samarinda Ulu Kalimantan Timur  tak ada sepeda Mountain Bike (MTB) maupun sepeda lipat.

Sales KJS, Alvin mengutarakan tokonya kehabisan stok sepeda yang dijual.

"Saat pandemi Covid -19 banyak yang minat olahraga sepeda. Biasanya di toko kami ada 40 sepeda dijual, sejak pandemi laris bahkan ludes,mas lihat aja sendiri kan gak ada sepeda. Adanya asesoris, beberapa frame sepeda,"katanya.

Alfin membeberkan   sepeda jenis Mountain Bike (MTB) dan Sepeda Lipat  (seli) banyak sekali  diminati ditengah pandemi Covid 19.

Stok ditoko sementara sepeda terjual habis, tak heran karena KJS menjual sepeda merk  Polygon merupakan jenis  sepeda yang dijual sampai ke 60 negara di dunia.

Penjualan sepeda MTB kisarannya  55% sepeda lipat (seli) 45%

dengan harga rata rata sepeda MTB Paling murah Rp 1.905.000 sampai pling mahal Rp 27.530.000 

Untuk seli harga  paling murah 4.020.000 dan yang paling  mahal 6.200.000 .

Warga jalan PM Noor, Samarinda Utara, Herlina tampak mengayuh sepedanya melintasi PM Noor, Jalan DI Panjaitan, Jalan A Yani, Jalan S Parman, Jalan M Yamin, mengaku suka gowes sejak 5 tahun lalu demi menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

"Iya saya suka gowes, terinpirasi dari diri sendiri karena ingin menjaga berat badan, demi kebugaran juga ditengah pandemi Covid -19 . Saya gowes pakai sepeda MTB Polygon Strada 6 warna hijau terang dan hijau gelap, saya gunakan gowes melintasi jalur on road jalan raya, seminggu dua kali rutin bersepeda,"ujarnya. (*)

IKUTI >> News Video

IKUTI >> News Video

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved