Breaking News:

Virus Corona di Kaltim

Webinar BI Kalimantan Timur Beberkan Cara Bangkitkan Ekonomi dengan Produk Halal di Era New Normal

Rengkuhan target produk halal sebagai alternatif itu sekaligus membidik pasar dunia yang tengah mengalami krisis akibat pandemi Corona.

TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI AMIR
Webinar BI Kaltim. Pakar Branding Indonesia Subiakto Priosuradsono dalam webinar Nasional Bank Indonesia Kalimantan Timur ( BI Kaltim ) dengan tema Strategi Bertahan dan Bangkit Pasca Pandemi covid-19 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Indonesia berusaha mengubah gaya hidup masyarakat dunia menjadi berorientasi halal.

Rengkuhan target produk halal sebagai alternatif itu sekaligus membidik pasar dunia yang tengah mengalami krisis akibat pandemi Corona atau covid-19.

Pakar Branding Indonesia Subiakto Priosuradsono dalam webinar Nasional Bank Indonesia Kalimantan Timur ( BI Kaltim ) dengan tema Strategi Bertahan dan Bangkit Pasca Pandemi covid-19 menyebut, pelaku usaha harus memiliki tujuan, lalu disesuaikan dengan passion, minat atau kecenderungan gairah berwirausaha

"Kalau purpose ketemu dengan passion, maka yang terjadi adalah prestasi," ujarnya kepada TribunKaltim.co pada Jumat (26/6/2020).

Baca Juga: Begini Upaya Pemkot Balikpapan Setelah Ada PNS Terkonfirmasi Positif Covid-19

Baca Juga: Tanpa Berharap Developer dan Pemerintah, Warga Pesona Bukit Batuah Balikpapan Semenisasi Ujung Gang

Praktisi branding yang telah berkiprah selama 50 tahun ini menambahkan, prestasi yang telah diraih, kemudian diakui oleh sebuah lembaga atau masyarakat, itulah yang disebut reputasi.

Sebuah produk membutuhkan itu semua. Reputasi yang terbangun tersebut tidak akan lekang oleh waktu, itu yang disebut legacy.

"Membangun brand adalah memberikan makna kepada sebuah nama. Ada covid-19 sifatnya genting, meski sama pentingnya dengan cap halal," tuturnya.

Sertifikat halal harus ada agar orang, utamanya umat muslim tidak was-was. Namun ditengah wabah, kemungkinan tidak tertular virus juga sama dikhawatirkannya oleh masyarakat.

Baca Juga: Kementerian Agama Terbitkan Panduan Layanan Menikah di Situasi New Normal Covid-19

Baca Juga: Cara Atasi Trauma Hilangkan Rasa Sedih ala Psikolog, Berangkat dari Curhatan Wanita Gagal Menikah

Olehnya itu, pria yang kerap disapa Bi ini, memberikan tips-tips untuk menekan ketakutan masyarakat terhadap virus, utamanya bagi pelaku usaha di bidang kuliner yang diharap bisa menyalamatkan perekonomian.

"Dimasa sekarang ditengah pandemi Corona, pelaku usaha harus menampilkan ke masyarakat food safety standard protokol WHO. Yaitu pakai masker, face shield agar tidak ada droplet, menggunakan sarung tangan dan celemek. itu akan menjawab problem masyarakat dan perubahan perilaku dari konsumen. Sehingga masyarakat dapat yakin bahwa produk yang Anda hasilkan bersih," pungkasnya.

( TribunKaltim.co )

Penulis: Heriani AM
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved