Breaking News:

Berita Pemkab Berau

Bupati Bersama Warga Dirikan Tiang Pertama, Balai Adat Tepian Buah Akan Jadi Terbesar di Kaltim

Pembangunan ditargetkan selesai tiga tahun. Dengan ukuran 58 x 36 meter, balai adat ini bakal menjadi yang terbesar di Kalimantan Timur.

HUMASKAB BERAU
DIRIKAN TIANG - Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK, Bupati Berau Muharram dan Wabup Agus Tantomo turut serta bersama-sama masyarakat menarik tali untuk mendirikan tiang pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Balai Adat Kampung Tepian Buah, Sabtu (27/6/2020). 

TANJUNG REDEB – Pembangunan balai adat di Kampung Tepiah Buah akhirnya dimulai. Pembangunan ini diawali dengan pendirian tiang pertama oleh seluruh masyarakat, Sabtu (27/6/2020).

Turut serta pendirian tiang pertama ini adalah Bupati Berau, Muharram, Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo serta Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK dan pejabat di Lingkungan Pemkab Berau.

Pembangunan ditargetkan selesai selama tiga tahun. Dengan ukuran 58 x 36 meter, balai adat ini bakal menjadi yang terbesar di Kalimantan Timur.

Selain balai adat, di lahan seluas 5 hektar tersebut akan dibangun juga beberapa fasilitas pendukung lainnya. Sehingga jangka panjang, lokasi tersebut bakal menjadi pusat kebudayaan di Kampung Tepian Buah.

KOMPAK - Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK, Bupati Berau Muharram, dan Wabup Agus Tantomo foto bersama usai menarik tali pendirian tiang pertama pembangunan Balai Adat Kampung Tepian Buah, Sabtu (27/6/2020). Mereka tampak kompak saat bergotong royong menarik tali tersebut.
KOMPAK - Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK, Bupati Berau Muharram, dan Wabup Agus Tantomo foto bersama usai menarik tali pendirian tiang pertama pembangunan Balai Adat Kampung Tepian Buah, Sabtu (27/6/2020). Mereka tampak kompak saat bergotong royong menarik tali tersebut. (HUMASKAB BERAU)

Kepala Kampung Tepian Buah, Surya Emi Susianti menyampaikan bahwa rencana pembangunan balai adat ini sudah lama direncanakan. Pasalnya, Tepiah Buah bakal menjadi tuan rumah musyawarah besar Dayak Kenyah Lepoq Jalan pada tahun 2024 mendatang.

“Kita sudah empat kali diminta menjadi tuan rumah, namun karena kondisi balai adat yang ada saat ini tidak memungkinkan, sehingga harus ditunda dulu. Dan kita targetkan dengan dibangunnya balai adat ini, kita akan lebih siap menjadi tuan rumah,” jelasnya.

Ia juga meminta dukungan penuh dari pemerintah daerah dalam menyelesaikan pembangunan ini. Sehingga target yang direncanakan bisa berjalan. Untuk tahap pertama pembangunan ini, Pemerintah Kampung Tepiah Buah mengalokasikan anggaran dari ADK senilai Rp 1 miliar. Sementara untuk total pembangunan ini diperkirakan mencapaiRp 4 miliar.

“Kami tentu berharap bisa mendapatkan bantuan untuk mendukung pembangunan ini,” harapnya.

Sementara Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK memberikan apresiasi atas kekompakan yang telah dijalankan masyarakat di Tepian Buah selama ini. Dengan kebersamaan dan gotong royong ini lah yang membuat pembangunan balai adat bisa dimulai.

“Saya harap tetap dipertahankan apa yang telah dilakukan. Sehingga adat dan kebudayaan tetap terjaga. Ini juga membantu pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Bupati Muharram. Ia mengatakan bahwa gerakan gotong royong yang masih terjaga di kampung merupakan modal utama dalam pembangunan. Untuk pembangun ini sendiri, Pemkab Berau akan memberikan bantuan yang akan dianggarkan pada APBD-Perubahan nanti.

“Untuk tahap awal ini kita akan membantu senilai Rp 500 juta. Semoga dengan berdirinya balai adat ini nantinya menjadi kebanggaan bagi Berau,” pungkasnya. (adv/hms5)

 

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved