Breaking News:

Jokowi Emosi Melihat Kinerja Menteri, Kementerian Terawan Disorot, Belanja Sektor Kesehatan Minim

Presiden Joko Widodo emosi melihat kinerja menterinya saat masa krisis, Kementerian Kesehatan yang dipimpin Terawan disorot, belanja kesehatan minim.

Antara Foto/Sigid Kurniawan/Pool
Presiden Joko Widodo (tengah) bersiap menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2020). Presiden Joko Widodo emosi melihat kinerja menterinya saat masa krisis, Kementerian Kesehatan yang dipimpin Terawan disorot, belanja sektor kesehatan minim 

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Joko Widodo emosi melihat kinerja menterinya saat masa krisis, Kementerian Kesehatan yang dipimpin Terawan disorot, belanja sektor kesehatan yang minim

Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) mengungkapkan rasa jengkelnya terkait kinerja para menteri yang masih menganggap situasi saat ini dalam keadaan normal-normal saja.

Salah satu yang disebut Jokowi adalah belanja sektor kesehatan yang minim, dari Rp 75 triliun baru keluar 1,53 persen.

Padahal, Jokowi sudah mengingatkan bahwa pandemi covid-19 berdampak terhadap terjadinya krisis kesehatan maupun ekonomi.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin menilai apa yang disampaikan Presiden Jokowi merupakan peringatan bagi para menteri untuk mengambil langkah yang tepat dalam mengatasi krisis ini.

Ancam Resuffle Kabinet, Jokowi Marahi Menteri yang Lelet Hadapi Krisis: Apa Enggak Punya Perasaan?

Jokowi Jengkel, Hingga Kepikiran Reshuffle Kabinet, Kinerja Menteri Tak Ada Progres Signifikan

Jokowi Minta Covid-19 Jatim Turun dalam 2 Minggu, Pakar: Kesadaran Itu Lama, Ini Satu-satunya Cara

Lama Tak Terlihat, Akhirnya Menteri Terawan Muncul Beri Pujian Wilayah Ridwan Kamil Tangani Covid-19

"Pernyataan yang keras tanpa tedeng aling-aling.

Itu warning keras dari Jokowi untuk para menterinya," kata Ujang Komaruddin kepada Tribunnews.com, Senin (29/6/2020).

Ujang Komaruddin pun menyebut, menteri yang dipandang Jokowi kinerjanya tidak bagus siap-siap untuk direshuffle.

"Menteri yang berkinerja jeblok kemungkinan bisa saja akan terkena reshuffle.

Dan itu membuat para menteri yang jeblok kinerjanya tak akan bisa tidur karena takut direshuffle," ucap Ujang Komaruddin.

Ia menambahkan, peringatan itu harus menjadi pemicu para menteri untuk bekerja keras lebih baik.

Selain itu, kata Ujang, para menteri harus menjalankan instruksi presiden.

"Harus seirama dengan presidennya. Tak boleh Jokowi ke kanan, menterinya ke kiri," katanya.

Hari Ini Senin 29 Juni 2020, Ahok BTP Berulang Tahun, Komisaris Pertamina Ini Genap Berusia 54 Tahun

 Beredar Video Rhoma Irama Nyanyi di Acara Sunatan, Bupati Geram, Polisi: Bukan Manggung tapi Tamu

Halaman
1234
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved